Menunggu Jokowi, 5.000 Calon Pekerja Magang Nganggur

Minggu, 27 November 2016 - 22:27 WIB
Menunggu Jokowi, 5.000...
Menunggu Jokowi, 5.000 Calon Pekerja Magang Nganggur
A A A
KARAWANG - Sebanyak 5.000 calon pekerja magang di perusahaan industri di Karawang masih terkatung-katung karena belum mendapat kepastian untuk menjadi pekerja magang. Hal ini lantaran Pemkab Karawang masih menunggu kepastian jadwal Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk me-launcing program pemagangan secara nasional.

Dalam launcing program pemagangan nasional ini rencananya akan dibuka di Karawang, diikuti 2.000 perusahaan industri di Indonesia.

"Kita dapat konfirmasi dari Kementerian Tenaga Kerja jika acara launcing program ini harus diundur, menunggu jadwal pas dari Kementerian Tenaga Kerja. Pihak kementerian masih menunggu jadwal presiden untuk membuka launcing ini," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Ahmad Suroto, Karawang, Minggu (27/11/2016).

Menurutnyam Kabupaten Karawang menjadi destinasi awal Kementerian Tenaga Kerja untuk launching program pemagangan kerja untuk di tempatkan di 2.000 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena, Karawang sudah lebih dahulu menjalankan program pemagangan ini dengan 5.000 peserta pemagangan, akan dijadikan percontohan sehingga launcing-nya di Karawang.

Rencananya, acara launching program pemagangan kerja ini akan dihadiri Presiden Jokowi. "Karawang menjadi kabupaten/kota pertama di Indonesia yang melakukan pelepasan tenaga kerja dengan melibatkan ribuan calon tenaga kerja. Hal itu sejalan dengan proyeksi Kementerian Ketenagakerjaan, sehingga, Karawang dijadikan tempat untuk melaksanakan acara launching ini," katanya.

Suroto mengatakan, jika acara launching program pemagangan ini kembali diundur dari rencana sebelumnya yaitu 24 November. Kemungkinan besar, kata Suroto, launching akan dilaksanakan pada akhir Desember. "Tunggu konfirmasi lagi, karena masih menunggu jadwal presiden," katanya.

Dia menambahkan, Karawang telah mengaplikasikan Perbup No 8 Tahun 2015, yang menjadikan Karawang menyaring tenaga kerja dengan kebijakan satu pintu melalui Disnakertrans. Hal ini juga diharapkan bisa diikuti daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"Para pencari kerja juga sebelumnya dilatih di Disnakertrans agar lebih berkompeten, baik dalam skill, pengetahuan mengenai industri, dan bahkan sikap. Sehingga bisa lebih menguntungkan perusahaan-perusahaan‎ tempat dimana mereka magang," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
21 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
54 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved