Menteri Rini Klarifikasi Pernyataan Jokowi Minta BUMN Jual Aset

Senin, 28 November 2016 - 17:47 WIB
Menteri Rini Klarifikasi...
Menteri Rini Klarifikasi Pernyataan Jokowi Minta BUMN Jual Aset
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklarifikasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta perusahaan pelat merah untuk menjual asetnya lewat skema sekuritisasi. Menurutnya yang dimaksud Jokowi bukanlah menjual aset negara yang ada di BUMN.

Dia menjelaskan, konsep sekuritisasi yang dimaksud adalah keuntungan yang didapat BUMN dari salah satu asetnya dibayarkan di muka oleh swasta yang menjaminkan, dan kemudian diputar untuk membangun proyek baru. Jadi, BUMN mendapatkan obligasi atau pinjaman dari asumsi keuntungan tersebut.

"Simple-nya gini, jalan tol misalnya. Jadi kalau jalan tol secara historis selama satu tahun ini kita bisa taulah average kira-kira berapa kendaraan yang lewat. Dengan demikian, kita bisa mengetahui revenue dan income kita berapa banyak setiap tahun. Itu yang kita sekuritisasi," katanya di sela-sela kunjungan kerja di Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/11/2016).

(Baca Juga: Presiden Jokowi Minta BUMN Jual Aset Lewat Sekuritisasi)

Biasanya, kata mantan Menteri Bos Astra ini, tenor pinjaman berkisar antara lima hingga sepuluh tahun. Selama jangka waktu tersebut, keuntungan yang didapat dari ‎aset perusahaan pelat merah diserahkan kepada swasta karena mereka telah membayarkannya di muka.

"Umpamanya, jalan tol ini bisa mendapatkan revenue selama 10 tahun, Rp3 triliun. Terus kita menukar obligasi sekitar Rp2,5 triliun ya itu yang akhirnya revenue strim dari jalan tol ini sudah terikat dengan obligasi ini.‎ Jadi setiap kali kita harus bayar cicilan, itu diambil dari revenue strim itu," ‎imbuh dia.

Dalam konsep sekuritisasi,‎ tambahnya pengelolaan akan tetap berada di tangan BUMN. "Jadi kita revenue nya dapat di muka nih. Uang ini kita bisa pakai untuk investasi baru. Si pemilik obligasi, gue dapat dari mana ya kasih utang seperti ini,‎ ya ini jelas dari revenue mobil-mobil yang lewat itu‎," paparnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi:...
Sikapi BUMN Sakit, Jokowi: Tidak Ada Lagi yang Namanya Proteksi
Dicopot dari Jabatan...
Dicopot dari Jabatan Komisaris, Immanuel Ebenezer Akan Tetap Bela Jokowi
Jokowi Restui Pembentukan...
Jokowi Restui Pembentukan Holding BUMN Pangan
Soal Adaptasi Teknologi,...
Soal Adaptasi Teknologi, Jokowi: Tidak Bisa Tidak Kita Ini Balapan
Bertolak ke Lombok Jokowi...
Bertolak ke Lombok Jokowi Resmikan Injourney Siang Ini
BUMN yang Dibubarkan...
BUMN yang Dibubarkan oleh Jokowi Sepanjang 2021-2023
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
4 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
4 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
4 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
4 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
4 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
5 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved