Tom Lembong Sebut Keanggotaan OPEC Tak Menguntungkan RI

Kamis, 01 Desember 2016 - 21:09 WIB
Tom Lembong Sebut Keanggotaan...
Tom Lembong Sebut Keanggotaan OPEC Tak Menguntungkan RI
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengaku senang dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, untuk keluar dari keanggotaan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC). Pasalnya, Indonesia dinilai tidak mendapat keuntungan apapun dari keanggotaannya di OPEC.

(Baca Juga: Diminta Pangkas Produksi 5% Jadi Alasan RI Keluar dari OPEC)

Pria yang biasa disapa Tom Lembong itu mengaku tidak mengerti alasan di balik keputusan Indonesia untuk masuk kembali dalam keanggotaan OPEC beberapa waktu lalu. Seperti diketahui Menteri ESDM yang kala itu masih dijabat oleh Sudirman Said memutuskan masuk ke OPEC setelah sempat keluar, dengan tujuan agar dapat mengetahui informasi terkini mengenai industri minyak dunia.

"‎Kalau saya pribadi sih malah senang. Saya terus terang secara pribadi tidak pernah mengerti kenapa kita masuk ke OPEC. Maaf ya, karena kita sudah lama tidak menjadi negara eksportir. Jadi saya kurang mengerti waktu kita kembali masuk. Jadi buat apa," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

(Baca Juga: Menko Darmin Pastikan Dampak RI Tinggalkan OPEC Tak Besar)

Menurutnya, Indonesia lebih baik fokus pada masalah yang ada di dalam negeri. Jika masih di OPEC, Indonesia hanya akan terseret pada masalah kartel minyak. "‎Saya kira begitu. Kita bisa fokus ke masalah sendiri. Kalau kita masih di OPEC, kita akan terseret-seret masalah kartel itu. Masalah konsorsium itu," imbuh dia.

Dengan menjadi anggota OPEC, tambah mantan Menteri Perdagangan (Mendag) ini, Indonesia hanya akan sibuk berdebat mengenai jatah produksi negara-negara eksportir minyak seperti Irak, Iran, ataupun Libya. Dia menilai, Indonesia tidak perlu ikut dalam keanggotaan yang tidak jelas keuntungannya.

"Jadi enggak usah ikutan forum yang enggak jelas benefitnya. Ngapain kita urusin jatah produksinya Iran, Irak, Libya. Mendingan kita fokus membenahi sektor migas di dalam negeri dulu," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
OPEC dan Rusia Setuju...
OPEC dan Rusia Setuju Pangkas Produksi Minyak Besar-besaran
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
1 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
1 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
2 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
2 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved