Faisal: Holding BUMN Tak Ada Relevansi dengan Ketahanan Energi

Kamis, 08 Desember 2016 - 17:01 WIB
Faisal: Holding BUMN...
Faisal: Holding BUMN Tak Ada Relevansi dengan Ketahanan Energi
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memandang, pembentukan holding BUMN energi atau migas (minyak dan gas bumi) tidak ada relevansinya dengan ketahanan energi.

Menurutnya pembentukan holding BUMN migas hanya sebatas Pertamina mencaplok PGN karena dalam kurun waktu tertentu energi minyak akan habis.

"Cadangan minyak terus turun, dalam kurun waktu 12 tahun lagi minyak akan habis. Sebelum habis, caplok saja PGN karena potensi cadangan gas masih 38 tahun," katanya.

Namun, menurut Faisal, pengelolaan model manajemen perusahaan antara kedua BUMN tersebut berbeda. Sehingga tidak ada tujuan besar yang dihasilkan dari rencana pembentukan holding BUMN migas.

"Di samping itu, kalau Pertamina jadi holding anak usahanya jadi swasta. Secara otomatis pemerintah tidak bisa lagi intervensi. Padahal tujuan BUMN memberi kemaslahatan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved