Harga Emas Antam Turun Iringi Kejatuhan Emas Dunia
Jum'at, 09 Desember 2016 - 10:58 WIB
Harga Emas Antam Turun Iringi Kejatuhan Emas Dunia
A
A
A
JAKARTA - Harga jual dan buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, ketika kemarin bergerak stagnan. Pelemahan emas dalam negeri mengiringi harga emas global yang masih jatuh untuk memperpanjang kerugian.
Seperti dikutip dari laman Logammulia.com, Jumat (9/12/2016) harga jual emas Antam turun tipis sebesar Rp1.000 menjadi Rp595.000/gram dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp596.000/gram. Hal yang sama juga menimpa buyback emas Antam yang menyusut menjadi Rp499.000/gram dibandingkan kemarin Rp502.000/gram.
Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.150.000 dengan harga per gram Rp575.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.707.000 dengan harga per gram Rp569.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.264.000 dengan harga per gram Rp566.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.830.000 dengan harga per gram Rp566.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.585.000 dengan harga per gram Rp558.500. Harga emas 25 gram Rp13.825.000 dengan harga per gram Rp553.000.
Harga emas 50 gram sebesar Rp27.500.000, dengan harga per gram Rp550.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp54.825.000, dengan harga per gram Rp548.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp136.675.000, dengan harga per gram Rp546.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp272.975.000 dengan harga per gram Rp545.950.
Pergerakan menurun juga diperlihatkan pada harga emas di Pulogadung menjadi Rp585.000/gram dibandingkan kemarin pada level Rp586.000/gram. Sementara harga emas di Jakarta II pada akhir pekan ini berada pada posisi Rp595.000/gram atau berkurang sedikit dari sebelumnya Rp596.000/gram.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, harge emas dunia memperpanjang kerugian setelah terbebani penguatan dolar Amnerika Serikat (USD) di tengah harapan kenaikan suku bunga acuan AS pekan depan. Emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.167,40 per ons pada pukul 00.54 GMT untuk berada dalam jalur penurunan selama lima pekan beruntun.
Emas berjangka AS juga kehilangan sebesar 0,2% menjadi USD1.169,60 per ons. Kondisi ini terimbas USD yang mencetak keuntungan besar terhadap yen dan euro pada awal perdagangan penghujung pekan ini.
Seperti dikutip dari laman Logammulia.com, Jumat (9/12/2016) harga jual emas Antam turun tipis sebesar Rp1.000 menjadi Rp595.000/gram dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp596.000/gram. Hal yang sama juga menimpa buyback emas Antam yang menyusut menjadi Rp499.000/gram dibandingkan kemarin Rp502.000/gram.
Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.150.000 dengan harga per gram Rp575.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.707.000 dengan harga per gram Rp569.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.264.000 dengan harga per gram Rp566.000.
Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.830.000 dengan harga per gram Rp566.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.585.000 dengan harga per gram Rp558.500. Harga emas 25 gram Rp13.825.000 dengan harga per gram Rp553.000.
Harga emas 50 gram sebesar Rp27.500.000, dengan harga per gram Rp550.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp54.825.000, dengan harga per gram Rp548.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp136.675.000, dengan harga per gram Rp546.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp272.975.000 dengan harga per gram Rp545.950.
Pergerakan menurun juga diperlihatkan pada harga emas di Pulogadung menjadi Rp585.000/gram dibandingkan kemarin pada level Rp586.000/gram. Sementara harga emas di Jakarta II pada akhir pekan ini berada pada posisi Rp595.000/gram atau berkurang sedikit dari sebelumnya Rp596.000/gram.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, harge emas dunia memperpanjang kerugian setelah terbebani penguatan dolar Amnerika Serikat (USD) di tengah harapan kenaikan suku bunga acuan AS pekan depan. Emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.167,40 per ons pada pukul 00.54 GMT untuk berada dalam jalur penurunan selama lima pekan beruntun.
Emas berjangka AS juga kehilangan sebesar 0,2% menjadi USD1.169,60 per ons. Kondisi ini terimbas USD yang mencetak keuntungan besar terhadap yen dan euro pada awal perdagangan penghujung pekan ini.
(akr)
Lihat Juga :