Pengusaha Ragu Kesepakatan OPEC Bakal Terus Dongkrak Harga Minyak

Senin, 12 Desember 2016 - 13:08 WIB
Pengusaha Ragu Kesepakatan...
Pengusaha Ragu Kesepakatan OPEC Bakal Terus Dongkrak Harga Minyak
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Indonesia Petroleum Association/IPA) meragukan kesepakatan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan negara non-OPEC dalam memangkas produksi minyak akan terus mengerek harga minyak dunia di pasar global.

Direktur IPA Ignatius Tenny Wibowo mengungkapkan, pihaknya masih akan melihat kondisi dan berbagai perubahan beberapa waktu yang akan datang. Terutama, apakah kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi minyak akan bersifat jangka panjang atau hanya sementara.

"‎Kami musti lihat dulu ya. Karena kalau perubahan seperti ini apa akan jangka panjang atau suplainya seperti apa nantinya. Kami belum tau. Jadi kalau ada perubahan di minyak musti dilihat jangka panjang," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (12/12/2016).

Menurutnya, kesepakatan OPEC memangkas produksi belum tentu dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, pihaknya juga akan melihat reaksi negara pengekspor minyak yang non-OPEC,‎ setelah memutuskan ikut memangkas produksinya.

Karena, sambung Bos Santos (Sampang) Pty. LTd ini, bisa saja negara-negara tersebut mengubah keputusannya sewaktu-waktu. Meski harus diakui keputusan mereka saat ini telah membuat harga minyak dunia sedikit mengalami kenaikan.

‎"Kalau OPEC sudah mengurangi terus yang non-OPEC bagaimana produksinya. Kalau nanti dari non-OPEC mengisi lagi, ya bisa-bisa sama lagi dan harganya bergerak turun lagi. Makanya kami enggak bisa melihat seketika begitu. Kami musti lihat beberapa waktu ke depan," tandasnya.

Sebelumnya, sebelas negara penghasil minyak yang bukan anggota OPEC telah sepakat untuk memangkas produksi mereka untuk meningkatkan harga.

Seperti dikutip dari BBC, Minggu (11/12/2016), kelompok negara non OPEC yang mencakup Rusia mengatakan bahwa mereka akan memotong pasokan sebanyak 558.000 barel per hari.

OPEC sendiri pada bulan lalu telah mengumumkan memotong produksi untuk memudahkan pasar global yang jenuh. "Saya senang mengumumkan bahwa perjanjian bersejarah telah tercapai," kata Menteri Energi Qatar Mohammed Bin Saleh Al-Sada.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Ogah Genjot Produksi,...
Ogah Genjot Produksi, OPEC Menampar Eropa di Tengah Rencana Embargo Minyak Rusia
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
6 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
6 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
6 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
6 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
6 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved