Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Rabu, 24 Agustus 2022 - 10:33 WIB
loading...
Harga minyak mentah turun pada perdagangan Rabu (24/8/2022). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Usai melonjak hampir 4%, harga minyak mentah hari ini mengalami koreksi di tengah surutnya kekhawatiran ihwal penurunan produksi dari produsen Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau dikenal sebagai OPEC+.
Data perdagangan hingga pukul 09:52 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Oktober koreksi 0,40% menjadi USD99,82 per barel, setelah sempat melejit 3,9% pada Selasa (23/8).
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober turun 0,32% sebesar USD93,44 per barel setelah melonjak 3,7% sebelumnya.
Baca juga: Mengisi Kekosongan Eropa, Turki Menggandakan Impor Minyak Rusia
Lonjakan kedua harga ini masih bersifat terbatas menyusul sentimen masuknya pasokan Iran apabila kesepakatan pembicaraan tentang nuklirnya dengan barat menemui titik terang.
"Reli hari Selasa sudah berlebihan karena banyak investor tahu bahwa aliran minyak Iran ke pasar internasional akan membutuhkan waktu beberapa bulan," kata Analis Fujitomi Securiteis, Kazuhiko Saito, dilansir Reuters, Rabu (24/8/2022).
Saito memandang potensi pengurangan produksi OPEC+ juga diperkirakan tidak akan segera terjadi dan berdampak ke pasar.
Data perdagangan hingga pukul 09:52 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Oktober koreksi 0,40% menjadi USD99,82 per barel, setelah sempat melejit 3,9% pada Selasa (23/8).
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober turun 0,32% sebesar USD93,44 per barel setelah melonjak 3,7% sebelumnya.
Baca juga: Mengisi Kekosongan Eropa, Turki Menggandakan Impor Minyak Rusia
Lonjakan kedua harga ini masih bersifat terbatas menyusul sentimen masuknya pasokan Iran apabila kesepakatan pembicaraan tentang nuklirnya dengan barat menemui titik terang.
"Reli hari Selasa sudah berlebihan karena banyak investor tahu bahwa aliran minyak Iran ke pasar internasional akan membutuhkan waktu beberapa bulan," kata Analis Fujitomi Securiteis, Kazuhiko Saito, dilansir Reuters, Rabu (24/8/2022).
Saito memandang potensi pengurangan produksi OPEC+ juga diperkirakan tidak akan segera terjadi dan berdampak ke pasar.
Lihat Juga :