Jurus Jasa Marga Hadapi Kepadatan Jalan Tol di Libur Akhir Tahun
Senin, 12 Desember 2016 - 19:07 WIB
Jurus Jasa Marga Hadapi Kepadatan Jalan Tol di Libur Akhir Tahun
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mempersiapkan sejumlah cara untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas di ruas tol, saat libur Natal dan Tahun Baru 2017. Khusus di Gerbang Tol Karang Tengah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) jalan tol ini akan mengoperasikan 36 gardu tol agar dapat mengurai kepadatan.
(Baca Juga: Gerbang Tol Karang Tengah Diprediksi Paling Padat Saat Libur Panjang)
Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani mengatakan, 36 gardu tol tersebut dengan rincian 18 gardu melayani transaksi arah Tangerang dan 18 gardu melayani transaksi arah Jakarta dengan 3 gardu reversible. Seperti diketahui gerbang Tol Karang Tengah seringkali menjadi biang keladi kemacetan mengingat gerbang tol ini merupakan gerbang tol utama yang melayani sejumlah tujuan sekaligus.
Di antaranya seperti Jalan Tol Tangerang-Merak yang mengarah ke pelabuhan Merak, Jalan-Tol Tangerang-Serpong yang mengarah ke Serpong dan Bintaro serta Jalan Tol Prof Dr Sedyatmo yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta. Selain membuka puluhan gardu tol, Jasa Marga juga menyiapkan beberapa cara untuk mengatasi kepadatan.
"Kita juga akan mempersiapkan kebutuhan uang kembalian (uang receh), penambahan petugas piket untuk membantu kelancaran operasional, dan adanya petugas penjual toll card," katanya di Gerbang Tol Karang Tengah, Tangerang, Senin (12/12/2016).
(Baca Juga: Menhub Tinjau Jalan Tol-Pelabuhan Jelang Natal dan Tahun Baru)
Selain itu, sambung Desy, perseroan juga terus memastikan bahwa kondisi permukaan jalan layak untuk dioperasikan. Satuan tugas (Satgas) 24 jam pun akan dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat, jalan berlubang dan kebakaran.
"Selain itu juga memastikan penerangan jalan umum di jalur jalan dan gerbang tol dalam kondisi menyala, serta penyediaan genset mobile," imbuh dia.
Sementara untuk ketertiban lalu lintas, pihaknya atas perintah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan pembatasan angkutan barang dengan sumbu lebih dari dua. Pembatasan tersebut akan dilakukan mulai 23 Desember 2016 hingga 26 Desember 2016. "Kecuali truk pengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) dan BBG (Bahan Bakar Gas)," paparnya.
(Baca Juga: Gerbang Tol Karang Tengah Diprediksi Paling Padat Saat Libur Panjang)
Direktur Utama Jasa Marga Desy Arryani mengatakan, 36 gardu tol tersebut dengan rincian 18 gardu melayani transaksi arah Tangerang dan 18 gardu melayani transaksi arah Jakarta dengan 3 gardu reversible. Seperti diketahui gerbang Tol Karang Tengah seringkali menjadi biang keladi kemacetan mengingat gerbang tol ini merupakan gerbang tol utama yang melayani sejumlah tujuan sekaligus.
Di antaranya seperti Jalan Tol Tangerang-Merak yang mengarah ke pelabuhan Merak, Jalan-Tol Tangerang-Serpong yang mengarah ke Serpong dan Bintaro serta Jalan Tol Prof Dr Sedyatmo yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta. Selain membuka puluhan gardu tol, Jasa Marga juga menyiapkan beberapa cara untuk mengatasi kepadatan.
"Kita juga akan mempersiapkan kebutuhan uang kembalian (uang receh), penambahan petugas piket untuk membantu kelancaran operasional, dan adanya petugas penjual toll card," katanya di Gerbang Tol Karang Tengah, Tangerang, Senin (12/12/2016).
(Baca Juga: Menhub Tinjau Jalan Tol-Pelabuhan Jelang Natal dan Tahun Baru)
Selain itu, sambung Desy, perseroan juga terus memastikan bahwa kondisi permukaan jalan layak untuk dioperasikan. Satuan tugas (Satgas) 24 jam pun akan dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat, jalan berlubang dan kebakaran.
"Selain itu juga memastikan penerangan jalan umum di jalur jalan dan gerbang tol dalam kondisi menyala, serta penyediaan genset mobile," imbuh dia.
Sementara untuk ketertiban lalu lintas, pihaknya atas perintah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan pembatasan angkutan barang dengan sumbu lebih dari dua. Pembatasan tersebut akan dilakukan mulai 23 Desember 2016 hingga 26 Desember 2016. "Kecuali truk pengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) dan BBG (Bahan Bakar Gas)," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :