Harga Minyak Jatuh Seiring Kenaikan Persediaan Minyak AS

Rabu, 14 Desember 2016 - 10:54 WIB
Harga Minyak Jatuh Seiring...
Harga Minyak Jatuh Seiring Kenaikan Persediaan Minyak AS
A A A
SINGAPURA - Harga si emas hitam pada perdagangan Rabu ini jatuh, menyusul laporan kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Selain itu, data terbaru mengatakan OPEC telah memproduksi lebih banyak minyak mentah pada bulan November kemarin melebihi dari perkiraan sebelumnya. Hal ini berpotensi merusak program pemotongan produksi yang digadang-gadang selama ini.

Melansir dari Reuters, Rabu (14/12/2016), patokan minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 69 sen atau 1,3% ke USD52,29 per barel pada pukul 01:01 GMT. Minyak mentah berjangka Brent International turun 62 sen atau 1,1% ke level USD55,10 per barel.

Para pedagang mengatakan penurunan harga minyak menyusul laporan kenaikan persediaan minyak mentah AS. Dan pasar masih fokus terhadap rencana kenaikan suku bunga AS, yang kemungkinan mendukung penguatan dolar AS (USD). Hal ini dapat membuat impor bahan bakar yang diperdagangkan menggunakan USD lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya.

"Brent dan WTI sedikit lebih rendah semalam karena data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang lebih tinggi. Menunjukkan peningkatan tidak terduga yaitu lebih tinggi 4,7 juta barel," ujar Jeffrey Halley Sr, analis pasar di Oanda di Singapura.

Para pedagang juga mengatakan harga yang kembali tertekan akibat laporan dari Badan Energi Internasional (IEA) yang menyatakan bahwa klub produsen minyak Timur Tengah yang tergabung dalam OPEC, telah memproduksi sekitar 34,2 juta barel per hari pada bulan November yang lebih tinggi 500.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya.

Jika laporan IEA benar, hal itu akan melemahkan upaya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC Rusia dalam memotong produksi 1,8 juta barel per hari demi mengakhiri dua tahun kelebihan pasokan dan harga yang rendah.

IEA mengatakan pasokan minyak global pada November kemarin telah menembus rekor 98,2 juta barel per hari. Pencapaian ini melawan ekspektasi 96,9 juta barel per hari dari permintaan minyak global untuk kuartal IV 2016.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
17 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved