IHSG Hari Ini Pulang Turun 8,46 Poin ke 5.254,36
Kamis, 15 Desember 2016 - 16:26 WIB
IHSG Hari Ini Pulang Turun 8,46 Poin ke 5.254,36
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (15/12/2016) berakhir turun 0,16% atau 8,46 poin ke level 5.254,36.
Awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka turun 0,61% atau 32,25 poin ke level 5.230,57. Sepanjang Kamis ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.210,63-5.266,06.
Di bursa Indonesia, dari 419 saham yang diperdagangkan, 179 melemah, 117 naik, dan 123 stagnan. Kebanyakan sektor saham berakhir di zona negatif, dengan sektor infrastruktur terpukul 0,98% dan aneka industri jatuh 0,87%. Hasil positif diraih sektor saham perkebunan yang naik 0,55%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp8,09 triliun dari 10,61 miliar saham yang dijualbelikan. Untuk transaksi bersih asing negatif Rp1,17 triliun dengan aksi jual asing Rp8,22 triliun berbanding aksi beli asing Rp7,05 triliun.
Lemahnya indeks dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed. Hal serupa juga terjadi di pasar Asia yang berakhir lebih rendah pada hari Kamis ini. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin disambut baik investor dan membuat dolar Amerika Serikat (USD) melonjak.
Melansir dari CNBC, Kamis (15/12/2016), indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang diperdagangkan pada 102,3, tertinggi sejak Januari 2003. Lonjakan USD membebani yen yang jatuh ke titik terendah sejak 11 bulan, berada di posisi ¥117,51 per USD pada pukul 01:53 HK/SIN. Sementara dolar Australia merosot ke 0,7411 melawan greenback.
Hal ini membuat indeks Australia ASX 200 ditutup turun 0,82% atau 46,02 poin pada 5.538,58 akibat turunnya sub-indeks energi dan sub-indeks emas yang jatuh 3,39% dan 4,98%. Kedua komoditas tersebut terpukul oleh melonjaknya dolar AS.
Di Jepang, Nikkei 225 ditutup naik 0,1% atau 20,18 poin pada 19.273,79. Kenaikan ini ditopang oleh saham-saham automotif Jepang yang diperdagangkan lebih tinggi. Yen yang lebih lemah akan meningkatkan nilai keuntungan yang diperoleh di luar negeri.
Menyeberangi Selat Korea, Kospi berakhir mendatar di 2.036,65. Bank of Korea mempertahankan suku bunga 1,25% selama enam bulan berturut-turut karena Gubernur Bank of Korea (bank sentral) Lee Ju-yeol khawatir atas skandal politik yang membuat voting parlemen mendakwa Presiden Park Geun-hye dapat menyebabkan sentiment memburuk.
Saham China daratan berakhir lebih rendah, indeks Shanghai ditutup turin 0,71% atau 22,2 poin pada 3.118,32 dan Shenzen berakhir naik 0,666% atau 13,05 poin ke 1.972,9.
Hong Kong Hang Seng anjlok 1,87%. Dolar Hong Kong dipatok terhadap USD dan mata uang lokal yang lebih kuat menempatkan tekanan pada biaya pinjaman dan membuat ekspor lebih mahal.
Awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka turun 0,61% atau 32,25 poin ke level 5.230,57. Sepanjang Kamis ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.210,63-5.266,06.
Di bursa Indonesia, dari 419 saham yang diperdagangkan, 179 melemah, 117 naik, dan 123 stagnan. Kebanyakan sektor saham berakhir di zona negatif, dengan sektor infrastruktur terpukul 0,98% dan aneka industri jatuh 0,87%. Hasil positif diraih sektor saham perkebunan yang naik 0,55%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp8,09 triliun dari 10,61 miliar saham yang dijualbelikan. Untuk transaksi bersih asing negatif Rp1,17 triliun dengan aksi jual asing Rp8,22 triliun berbanding aksi beli asing Rp7,05 triliun.
Lemahnya indeks dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed. Hal serupa juga terjadi di pasar Asia yang berakhir lebih rendah pada hari Kamis ini. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin disambut baik investor dan membuat dolar Amerika Serikat (USD) melonjak.
Melansir dari CNBC, Kamis (15/12/2016), indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang diperdagangkan pada 102,3, tertinggi sejak Januari 2003. Lonjakan USD membebani yen yang jatuh ke titik terendah sejak 11 bulan, berada di posisi ¥117,51 per USD pada pukul 01:53 HK/SIN. Sementara dolar Australia merosot ke 0,7411 melawan greenback.
Hal ini membuat indeks Australia ASX 200 ditutup turun 0,82% atau 46,02 poin pada 5.538,58 akibat turunnya sub-indeks energi dan sub-indeks emas yang jatuh 3,39% dan 4,98%. Kedua komoditas tersebut terpukul oleh melonjaknya dolar AS.
Di Jepang, Nikkei 225 ditutup naik 0,1% atau 20,18 poin pada 19.273,79. Kenaikan ini ditopang oleh saham-saham automotif Jepang yang diperdagangkan lebih tinggi. Yen yang lebih lemah akan meningkatkan nilai keuntungan yang diperoleh di luar negeri.
Menyeberangi Selat Korea, Kospi berakhir mendatar di 2.036,65. Bank of Korea mempertahankan suku bunga 1,25% selama enam bulan berturut-turut karena Gubernur Bank of Korea (bank sentral) Lee Ju-yeol khawatir atas skandal politik yang membuat voting parlemen mendakwa Presiden Park Geun-hye dapat menyebabkan sentiment memburuk.
Saham China daratan berakhir lebih rendah, indeks Shanghai ditutup turin 0,71% atau 22,2 poin pada 3.118,32 dan Shenzen berakhir naik 0,666% atau 13,05 poin ke 1.972,9.
Hong Kong Hang Seng anjlok 1,87%. Dolar Hong Kong dipatok terhadap USD dan mata uang lokal yang lebih kuat menempatkan tekanan pada biaya pinjaman dan membuat ekspor lebih mahal.
(ven)
Lihat Juga :