Rupiah Dibuka Menguat Tajam Saat USD Tak Berdaya Hadapi Yen

Senin, 19 Desember 2016 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Menguat...
Rupiah Dibuka Menguat Tajam Saat USD Tak Berdaya Hadapi Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tajam tinggalkan level Rp13.400/USD di tengah menunggu pengumuman Bank Indonesia (BI) yang akan meluncurkan uang rupiah baru hari ini. Penguatan rupiah seiring dengan melemahnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.381/USD. Posisi ini jauh menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.426/USD.

Sementara data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka juga menguat tajam di level Rp13.367/USD dibanding sebelumnya di level Rp13.420/USD dengan kisaran Rp13.350-Rp1.407/USD. Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini, rupiah berada di level Rp13.379/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan hari ini dibuka berada di level Rp13.385/USD atau menguat dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.390/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (19/12/2016), USD melemah pada awal perdagangan di Asia pagi ini karena beberapa investor mengambil keuntungan setelah kenaikan pekan lalu ke posisi tertinggi dalam 14 tahun terhadap beberapa mata uang lainnya.

Perkiraan tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dirilis Rabu pekan kemarin setelah kenaikan suku bunga diharapkan mengalami kenaikan ketiga pada tahun depan, yang memicu kenaikan USD ke level tertinggi pekan lalu.

Indeks USD yang melacak mata uang AS terhadap beberapa enam mata uang utama turun 0,3% ke level 102,680, setelah pada pekan kemarin naik setinggi 103,560.

Euro terhadap USD tercatat menguat 0,1% ke level 1,0461, bertahan di atas posisi terendahnya dalam 14 tahun terakhir di level 1,0364. USD juga tercatat turun 0,3% terhadap yen ke level 117,61.

"Dengan liburan Natal dan akhir tahun mendatang, tidak ada insentif bagi investor untuk mengambil risiko baru, dan ada beberapa profit taking, sehingga sulit untuk mata uang utama untuk bergerak lebih jauh," kata Kumiko Ishikawa, analis pasar FX Sony Financial Holdings.

"Kami mungkin akan terus melihat beberapa penyesuaian posisi USD sepanjang pekan ini," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
34 menit yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
1 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
1 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
1 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved