Kendaraan Meningkat, Bina Marga Siapkan Langkah Antisipasi

Senin, 19 Desember 2016 - 19:11 WIB
Kendaraan Meningkat,...
Kendaraan Meningkat, Bina Marga Siapkan Langkah Antisipasi
A A A
JAKARTA - Libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 diprediksi akan terjadi peningkatan lalu lintas. Namun Libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 yang terjadi pada hari Minggu membuat periode libur lebih singkat dibanding tahun lalu.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Jumat 23 Desember 2016 serta Jumat 30 Desember 2016. Sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 1 Januari pada sore atau malam hari.

”Belajar dari pelaksanaan mudik Lebaran tahun lalu, pemerintah telah belajar titik mana saja yang rawan serta perlu perhatian. Kami yakin penanganan arus Natal dan Tahun Baru kali ini jauh lebih baik,” kata Dirjen Bina Marga PUPR Arie Setiadi Moerwanto usai rapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Kamis 8 Desember 2016.

Prediksi peningkatan arus lalu lintas pada arus mudik terjadi di sejumlah titik. Sebagai antisipasi kemacetan, pengelola tol melakukan sejumlah penanganan.

Pertama, pengalihan arus lalu lintas ketika antrean melebihi batas tertentu (antrean mencapai 1 km). Kedua, pengaturan buka tutup ramp (jika antrean kendaraan mencapai jalur utama). Untuk penanganan lalu lintas ini, pengelola tol berkoordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas

Ketiga, penambahan jumlah gardu menggunakan gate reversible (gate exit digunakan sebagai gate entrance). Keempat, seluruh gerbang dapat menerima tunai maupun non tunai (hybrid), dan kelima penambahan personel: pultol, petugas jemput kendaraan, encoding KTME, Puttra (Petugas Penjemput Transaksi). Keenam, pemasangan MCB plastik, rubbercone, dan railing agar kendaraan tertib antrean.

”Kami sudah berdiskusi dengan Jasa Marga untuk menyiapkan bukaan-bukaan (pembatas di jalan tol). Tujuannya saat terjadi kemacetan, kendaraan bisa berbalik arah. Dengan demikian kendaraan tidak terjebak di tempat tertutup di dalam tol,” ujar Arie.

Untuk antisipasi kemacetan di gerbang tol keluar Brebes Timur (Brexit), sekarang ini ada empat flyover mengatasi perlintasan sebidang yang belum selesai. Hal ini mengingat targetnya sendiri baru bisa selesai sebelum Lebaran tahun depan.

Diketahui, perlintasan sebidang jadi salah satu titik kemacetan parah saat mudik Lebaran 2016. Lantaran perlintasan sebidang Brexit belum selesai, Bina Marga sangat bergantung pada pengaturan lalu lintas. ”Kami menyiapkan peralatan untuk membantu kepolisian dalam mengatur lalu lintas,” tuturnya.

Selain jalan tol, Ditjen Bina Marga juga menyiapkan berbagai jalur alternatif. Ditjen Bina Marga sudah meminta perbaikan jalan dari Bekasi ke Karawang sehingga pemudik bisa memanfaatkannya sebagai jalan alternatif.

Arie memastikan, jalur pantura dan jalur selatan Jawa sudah siap untuk dilalui sebagai jalur alternatif. ”Di jalur selatan, kami juga menyiapkan pansela (pantai selatan). Meski beberapa belum tembus, namun bisa dilalui hingga Jawa Tengah dan balik lagi ke jalan pansela-nya sendiri. Kalau Jawa Barat semua sudah tembus,” tuturnya.

Untuk mengurai kemacetan akibat adanya pasar tumpah, Ditjen Bina Marga berkoordinasi dengan kepolisian dan pemda setempat. Salah satunya pengamanan badan jalan agar tidak dimanfaatkan kegiatan pasar.

Kemudian sterilisasi jalur-jalur mudik dari kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas mudik serta meningkatkan pengamanan/rambu-rambu di daerah-daerah rawan kecelakaan. Selanjutnya menyiapkan jalan bermarka, bebas lubang, median, bahu jalan bersih dan rapi. Termasuk menyiapkan alat-alat berat di sekitar lokasi rawan longsor, menempatkan personel piket, dan alat-alat yang akan diperbantukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konektivitas Kawasan...
Konektivitas Kawasan Strategis Metropolitan, Tol Desari Akan Tembus Tol BORR
PUPR Tawarkan Investasi...
PUPR Tawarkan Investasi 6 Proyek Jalan Tol dan Jembatan Senilai Rp80,84 T
Ini Dua Ruas Jalan Tol...
Ini Dua Ruas Jalan Tol yang Siap Dioperasikan Pemerintah
Perkuat Jalur Logistik,...
Perkuat Jalur Logistik, Tol Baru di Aceh dan Manado Siap Beroperasi
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Berita Terkini
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
45 menit yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
1 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
1 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
3 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved