Harga Minyak Brent Turun Tipis Tunggu Produksi AS

Selasa, 20 Desember 2016 - 07:51 WIB
Harga Minyak Brent Turun...
Harga Minyak Brent Turun Tipis Tunggu Produksi AS
A A A
NEW YORK - Harga minyak sedikit berubah atau brent mengalami melemah karena pasar menunggu hasil produksi AS dari shale akan tumbuh cukup untuk mengimbangi penurunan produksi yang direncanakan oleh OPEC, Rusia dan produsen lain tahun depan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/12/2016), harga minyak brent untuk pengiriman Februari turun 29 sen atau 0,5% ke level USD54,92 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 22 sen atau 0,4% ke level USD52,12 per barel.

"Tidak ada yang benar-benar terjadi. Dolar datar, minyak mendatar. Ini adalah pekan margin trading yang rendah, kita tidak berharap banyak terjadi," kata Phil Davis, managing partner dana modal ventura Investasi PSW di Woodland Park.

Tekanan USD atas permintaan minyak mentah dalam denominasi USD karena membuat barel lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Jim Ritterbusch, presiden berbasis di Chicago perusahaan penasehat energi Ritterbusch & Associates, mengatakan tersirat produksi minyak AS meningkat akan mengimbangi porsi yang signifikan dari pemotongan produksi OPEC yang direncanakan. Terutama karena tidak mengantisipasi berkelanjutan kepatuhan yang kuat.

"Sementara ketaatan (OPEC) pemotongan bisa menjadi cukup tinggi awalnya, kita akan terkejut dengan kepatuhan jauh di atas 60% pada akhir kuartal pertama sebagai (US) shale merespons harga yang lebih tinggi," kata Ritterbusch dalam catatannya.

Produksi minyak AS diperkirakan akan meningkat sebagai perusahaan energi pekan lalu terus menambah rig minyak, memperpanjang pemulihan pengeboran dalam tujuh bulan.

Akibatnya, produksi minyak AS merayap naik, dari hampir 8,7 juta barel per hari (bph) pada Juli menjadi sekitar 8,8 juta barel per hari pada Desember, menurut proyeksi AS Administrasi Informasi Energi.

Sepekan lalu, harga minyak naik ke level tertinggi dalam 17 bulan terakhir setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen lain yang disepakati selama beberapa pekan sebelum memotong hampir 1,8 juta barel per hari produksi minyak mulai Januari.

Beberapa analis memperkirakan harga minyak tetap kuat di awal 2017. Spekulan menaikkan kepemilikan mereka dari minyak brent ke rekor pekan lalu. Pedagang mencatat penundaan mungkin dalam ekspor Libya menyediakan beberapa dukungan untuk harga minyak di awal sesi.

Di Libya, sebuah kelompok menjaga infrastruktur minyak mengatakan akhir pekan lalu itu telah dibuka kembali pipa panjang memblokade dari ladang minyak dari Sharara dan El Rasakan. Selama akhir pekan, namun kelompok yang terpisah dicegah restart produksi di El Rasakan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
10 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
42 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved