Menko Darmin Santai Tanggapi Rupiah Edisi Baru Disebut Mirip Yuan
Rabu, 21 Desember 2016 - 14:10 WIB
Menko Darmin Santai Tanggapi Rupiah Edisi Baru Disebut Mirip Yuan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi dengan santai komentar miring bahwa rupiah tahun emisi 2016 yang belum genap sepekan diluncurkan, dinyatakan mirip dengan mata uang China yakni Yuan. Saat dimintakan komentarnya, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut justru tertawa geli.
Dia meminta seluruh masyarakat Indonesia berpikir positif dan tidak menyamakan rupiah dengan mata uang negara manapun. "Kalian jangan nyari-nyari lah mirip apa. Malah mirip yuan," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
Dia menilai, mata uang setiap negara tentu memiliki ciri khas masing-masing. Kemiripan bukanlah hal penting, karena baginya kurs rupiah yang baik lebih penting ketimbang hal tersebut. "Sudahlan jangan bilang mirip apa tidak. Yang penting kursnya baik," tegasnya.
Sebagai informasi sebelumnya pemerintah secara resmi mengeluarkan dan mengedarkan 11 (sebelas) pecahan uang rupiah tahun emisi (TE) 2016. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Bank Indonesia (BI), awal pekan kemarin.
Dari 11 pecahan uang baru yang diluncurkan, terdapat 12 wajah pahlawan nasional yang terpampang. Mulai dari Ir Soekarno dan Mohammad Hatta pada uang kertas pecahan Rp100.000 (seratus ribu rupiah), gambar pahlawan Djuanda Kartawidjaja pada uang kertas Rp50.000, gambar pahlawan GSSJ Ratulangi pada uang kertas Rp20.000. Frans Kaisiepo pada uang pecahan Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah), KH Idham Chalid pada uang kertas Rp5.000, Mohammad Hoesni Thamrin pada uang Rp2.000, gambar pahlawan Nasional Tjut Meutia pada uang kertas Rp1.000.
Selanjutnya pada uang logam, terdapat gambar pahlawan nasional Mr I Gusti Ketut Pudja pada uang logam pecahan Rp1.000, pahlawan nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang pada uang logam NKRI pecahan Rp500 (lima ratus rupiah), gambar pahlawan nasional Prof Dr Ir Herman Johanes pada uang logam pecahan Rp100 dan gambar pahlawan Tjipto Mangunkusumo muncul dalam pecahan rupiah logam Rp200.
Dia meminta seluruh masyarakat Indonesia berpikir positif dan tidak menyamakan rupiah dengan mata uang negara manapun. "Kalian jangan nyari-nyari lah mirip apa. Malah mirip yuan," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
Dia menilai, mata uang setiap negara tentu memiliki ciri khas masing-masing. Kemiripan bukanlah hal penting, karena baginya kurs rupiah yang baik lebih penting ketimbang hal tersebut. "Sudahlan jangan bilang mirip apa tidak. Yang penting kursnya baik," tegasnya.
Sebagai informasi sebelumnya pemerintah secara resmi mengeluarkan dan mengedarkan 11 (sebelas) pecahan uang rupiah tahun emisi (TE) 2016. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Bank Indonesia (BI), awal pekan kemarin.
Dari 11 pecahan uang baru yang diluncurkan, terdapat 12 wajah pahlawan nasional yang terpampang. Mulai dari Ir Soekarno dan Mohammad Hatta pada uang kertas pecahan Rp100.000 (seratus ribu rupiah), gambar pahlawan Djuanda Kartawidjaja pada uang kertas Rp50.000, gambar pahlawan GSSJ Ratulangi pada uang kertas Rp20.000. Frans Kaisiepo pada uang pecahan Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah), KH Idham Chalid pada uang kertas Rp5.000, Mohammad Hoesni Thamrin pada uang Rp2.000, gambar pahlawan Nasional Tjut Meutia pada uang kertas Rp1.000.
Selanjutnya pada uang logam, terdapat gambar pahlawan nasional Mr I Gusti Ketut Pudja pada uang logam pecahan Rp1.000, pahlawan nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang pada uang logam NKRI pecahan Rp500 (lima ratus rupiah), gambar pahlawan nasional Prof Dr Ir Herman Johanes pada uang logam pecahan Rp100 dan gambar pahlawan Tjipto Mangunkusumo muncul dalam pecahan rupiah logam Rp200.
(akr)
Lihat Juga :