USD Merosot, Rupiah Ditutup Masih di Atas Rp13.450/USD

Kamis, 22 Desember 2016 - 17:03 WIB
USD Merosot, Rupiah...
USD Merosot, Rupiah Ditutup Masih di Atas Rp13.450/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini hanya menguat tipis, kurang memanfaatkan kondisi USD yang mulai melemah terhadap beberapa uang dunia lainnya.

Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini menguat ke level Rp13.455/USD dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp13.490/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir di level Rp13.450/USD atau menguat dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.468/USD dengan kisaran harian Rp13.400-Rp13.468/USD.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.469/USD atau memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.459/USD. Hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.406-Rp13.471/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.435/USD. Posisi ini membaik dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.473/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016), USD kembali mengalami kemerosotan untuk hari kedua karena pelaku pasar membukukan keuntungan menjelang rilis data AS di meskipun greenback masih diperdagangkan kurang dari 1% dari posisi tertingginya dalam 14 tahun terakhir.

Mata uang AS pekan lalu melonjak ketika Federal Reserve AS (The Fed) mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan akan meningkat tiga kali pada 2017, setelah kenaikan suku bunga pertama dalam satu tahun, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama menguat level tertinggi sejak Desember 2002.

Hari ini, USD turun tipis 0,1% setelah kemarin juga sempat jatuh. Namun para analis mengatakan pekan ini harus dilihat dalam konteks likuiditas tipis, dan tidak ada bukti jelas yang menunjukkan kenaikan USD telah kehabisan tenaga.

Euro terhadap USD tercatat menguat 0,2% ke level 1,0440 dari sebelumnya 1,0352, terendah sejak Januari 2003. Namun, mata uang umum ini bisa berada di bawah tekanan karena investor masih melihat masa depan yang akan dialami Bank Monte dei Paschi di Siena yang sedang tidak sehat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
7 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
8 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
9 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
9 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
9 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved