Pemerintah Diminta Sosialisasikan Redenominasi Secara Massif

Sabtu, 24 Desember 2016 - 06:22 WIB
Pemerintah Diminta Sosialisasikan...
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Redenominasi Secara Massif
A A A
PASURUAN - Pemerintah diminta ‎melakukan sosialisasi secara massif redenominasi dan nilai mata uang baru. Tentunya dengan tahap sosialisasi yang baik dan benar, bahwa redenominasi itu bukan dalam konteks mengurangi nilai uang rupiah, melainkan membuat rupiah lebih kuat di mata internasional.

‎Demikian menurut Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun‎ saat melakukan sosialisasi redenominasi dan mata uang baru Republik Indonesia bersama fungsionaris Partai Golkar Kabupaten Pasuruan di Kantor DPD Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sosialisasi itu merupakan rangkaian kegiatan reses dirinya di daerah pemilihan Jawa Timur II meliputi Pasuruan Probolinggo.

"Redenominasi itu hal menarik untuk memperkuat citra perekonomian Indonesia di mata internasional," katanya di Pasuruan, Jumat (23/12/2016).‎ Dan redenominasi harus diawali dengan sosialiasi yang baik, benar, dan tepat.

Pasalnya, kata Misbakhun, produk domestik bruto (PDB) Indonesia menempati urutan ke-16 diantara negara-negara G-20. ‎Pada titik inilah, Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah turut mendukung BI dan Pemerintah melakukan sosialisasi lebih massif dan tepat sasaran mengingat redenominasi adalah hal penting bagi masyarakat.

Dalam acara sosialisasi tersebut, Misbakhun juga menampik tudingan bahwa desain rupiah tahun emisi 2016 mirip dengan mata uang China, yuan. “Tuduhan bahwa rupiah baru mirip mata uang yuan itu salah. Desain mata uang baru kita adalah karya terbaik anak bangsa yang sebelumnya telah dilakukan kajian mendalam,” terang anggota Badan Legislatif DPR itu.

Dan sambung Misbakhun, gambar-gambar yang terpajang pada mata uang baru Republik adalah representasi berbagai tokoh pahlawan yang turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat Ekonomi : Pelemahan...
Pengamat Ekonomi : Pelemahan Rupiah Tak Bisa Jadi Satu-satunya Indikator Ekonomi Indonesia
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Rupiah Terlindas Dolar...
Rupiah Terlindas Dolar AS, Pasar Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2024 Capai 5,7%
Jika Rupiah Tembus Rp20...
Jika Rupiah Tembus Rp20 Ribu, Akademisi Proyeksikan Ekonomi RI Hanya Tumbuh 3%
Kesinambungan Melemahnya...
Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental
Rupiah Amblas Saat Ekonomi...
Rupiah Amblas Saat Ekonomi Negeri Paman Sam Pulih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved