Industri Galangan Kapal Minta Kejelasan Soal Bea Masuk

Senin, 02 Januari 2017 - 19:03 WIB
Industri Galangan Kapal...
Industri Galangan Kapal Minta Kejelasan Soal Bea Masuk
A A A
JAKARTA - Industri galangan kapal berharap mendapat dukungan penuh, mengingat masih banyak kendala yang dihadapi. Ketua Umum Pelopor Maritim Indonesia Novirwan S Said mengatakan, masih banyak kendala dalam pembangunan industri perkapalan di Indonesia sehingga diperlukan kebijakan pemerintah yang kondusif.

"Permasalahan yang ga berubah, PPN dan bea masuk sampai sekarang masih tidak jelas. Masalah bea masuk ada ketidaksinkronan antara Kementerian Koordinator Ekonomi dan Kementerian Keuangan," ujarnya di Jakarta, Senin (2/1/2017).

Lebih lanjut dia menambahkan, pengusaha juga meminta kesetaraan antar pelaku galangan kapal, misalnya penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi industri galangan kapal. "Selama ini PPN hanya gratis bagi industri galangan kapal di Batam yang merupakan Free Trade Zone. Kami minta ada kesetaraan perlakuan," tuturnya.

Menurut dia, masih kurangnya jumlah industri peralatan dan komponen untuk menunjang galangan kapal menjadi penghambat. "Dengan digelontorkannya proyek pembangunan kapal dalam negeri oleh pemerintah, maka harus dibangun pula industri komponen. Karena kapal yang dibangun di sini 70% masih impor, akhirnya uang yang digelontorkan pemerintah, sangat kecil bisa dinikmati rakyat," ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, selama ini pemerintah sudah memberikan berbagai fasilitas, terutama pembebasan bea masuk melalui skema Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

"Tapi menurut mereka kurang kondusif karena banyak komponen kapal yang tidak terduga harus diimpor. Sementara galangan kapal seperti Batam, otomatis semuanya dibebaskan sehingga lebih leluasa untuk dibangun di Batam ketimbang di luar Batam," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut melalui BMDTP. "Namun mereka merasa kurang fleksibel dan kurang cepat untuk impor komponen yang tidak terduga. Kemampuan di dalam negeri masih terbatas, mungkin ada tapi kapasitasnya tidak banyak. Kecuali baja, sudah bisa dipenuhi di dalam negeri,” ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Industri Galangan Kapal...
Industri Galangan Kapal Terus Menggeliat Jawab Keraguan Presiden
Purbaya Sentil Impor...
Purbaya Sentil Impor Kapal Bekas: Orang Kita Jago, Cuma Tak Dikasih Kesempatan
BKI Tingkatkan Kompetensi...
BKI Tingkatkan Kompetensi di 14 Industri Galangan Kapal
Berita Terkini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
23 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
41 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
2 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved