Jokowi Minta Proyek Listrik 35.000 MW Dikalkulasi Ulang

Kamis, 05 Januari 2017 - 15:35 WIB
Jokowi Minta Proyek...
Jokowi Minta Proyek Listrik 35.000 MW Dikalkulasi Ulang
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW) dapat dikalkulasi ulang. Pasalnya, terdapat perhitungan berbeda mengenai praktik yang terjadi di lapangan dengan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Jokowi sebelumnya sempat mengatakan bahwa proyek kelistrikan 35.000 MW tidak akan selesai pada 2019. Sementara, kebutuhan listrik di Tanah Air hingga akhir periode kepemimpinannya tersebut hanya sekitar 19.000 MW.

"Hitungan-hitungan sebelumnya memang ini ada kalkulasi, ada perhitungan yang dalam praktik di lapangan, pertumbuhan ekonomi dengan perencanaan mengenai pertumbuhan ekonomi yang kita hitung memang berbeda. Sehingga, saya kira juga perlu dikalkulasi lagi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Menurutnya, jika proyek 35.000 MW ini rampung pada 2019, maka Indonesia akan memiliki kelebihan kapasitas listrik sebanyak 16.000 MW. Jokowi menilai, kelebihan kapasitas memang tidak masalah asalkan kelebihannya tidak terlalu besar.

"Kalau kelebihan (kapasitas) saya kira juga tidak ada masalah. Tapi, tidak kelebihan yang terlalu banyak," imbuh dia.

Sebab, jika kelebihan kapasitas terlalu besar maka akan terjadi pemborosan di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Untuk diketahui, setiap kelebihan kapasitas 1.000 MW, maka PLN harus membayar sekitar Rp1,8 triliun kepada perusahaan pembangkit.

"Ini akan membuat pemborosan di PLN, karena apapun itu harus kita bayar. Sehingga, cost of money menjadi lebih tinggi," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, saat ini konsumsi listrik per kapita di Indonesia juga masih rendah dibanding negara ASEAN lainnya. Di Vietnam, konsumsi listrik per kapita sudah 1.795 kilowatt hour (kWh), Singapura 9.146 kWh, sementara Indonesia baru sekitar 917 kWh.

"Kalau kita ingin tumbuh lebih cepat lagi, membangun lebih merata lagi di seluruh pelosok tanah air, maka kebutuhan konsumsi listrik akan semakin meningkat," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Pastikan Daya Listrik...
Pastikan Daya Listrik 450 VA Tak Dihapus, Jokowi: Jangan Sampai yang di Bawah Resah
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Presiden Jokowi Nonton...
Presiden Jokowi Nonton Langsung Balap Mobil Listrik Formula E Jakarta
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved