IHSG Ditutup Naik 24,32 Poin, Bursa Asia Berakhir Variatif
Kamis, 05 Januari 2017 - 16:24 WIB
IHSG Ditutup Naik 24,32 Poin, Bursa Asia Berakhir Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (5/1/2017) ditutup naik 24,32 poin atau 0,46% ke posisi 5.325,05.
Awal hari ini, IHSG dibuka naik tipis 0,03% atau 1,45 poin ke level 5.302,63. Sepanjang Kamis ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.302,63-5.328,49.
Dari 425 saham yang diperdagangkan, 168 menguat, 145 melemah dan 112 stagnan. Mayoritas sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor industri dasar memimpin penguatan, dengan naik 1,83%, disusul sektor aneka industri bertambah 1,63% dan manufaktur naik 1,53%. Pelemahan terjadi pada sektor saham properti yang turun 0,78%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp5,95 triliun dari 9,09 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing minus Rp488,900 miliar dengan aksi jual asing Rp5,47 triliun berbanding aksi beli asing Rp4,98 triliun.
Sementara itu, saham Asia pada perdagangan Kamis (5/1/2017) berakhir variatif. Mengutip dari CNBC, indeks Jepang Nikkei 225 berakhir lebih rendah 0,37% atau 73,5 poin ke 19.520,69, imbas dari menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Australia ASX 200 ditutup naik 0,3% atau 16,94 poin pada 5.753,35, ditopang oleh menguatnya sub sektor energi dan material. Di Korea Selatan, Kospi selesai turun 0,18% atau 3,69 poin pada 2.041,95.
Sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,4%, usai Indeks Pembelian Manajer Nikkei (PMI) pada Desember 2016 mencapai 50,3, lebih tinggi dibandingkan PMI November 2016 di 49,5.
Saham China berakhir campur aduk, dengan komposit Shanghai naik 0,21% atau 6,75 poin pada 3.165,55 dan komposit Shenzen turun 0,16% atau 3,2 poin pada 2.005,58.
Awal hari ini, IHSG dibuka naik tipis 0,03% atau 1,45 poin ke level 5.302,63. Sepanjang Kamis ini, indeks diperdagangkan di kisaran 5.302,63-5.328,49.
Dari 425 saham yang diperdagangkan, 168 menguat, 145 melemah dan 112 stagnan. Mayoritas sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor industri dasar memimpin penguatan, dengan naik 1,83%, disusul sektor aneka industri bertambah 1,63% dan manufaktur naik 1,53%. Pelemahan terjadi pada sektor saham properti yang turun 0,78%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp5,95 triliun dari 9,09 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing minus Rp488,900 miliar dengan aksi jual asing Rp5,47 triliun berbanding aksi beli asing Rp4,98 triliun.
Sementara itu, saham Asia pada perdagangan Kamis (5/1/2017) berakhir variatif. Mengutip dari CNBC, indeks Jepang Nikkei 225 berakhir lebih rendah 0,37% atau 73,5 poin ke 19.520,69, imbas dari menguatnya nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Australia ASX 200 ditutup naik 0,3% atau 16,94 poin pada 5.753,35, ditopang oleh menguatnya sub sektor energi dan material. Di Korea Selatan, Kospi selesai turun 0,18% atau 3,69 poin pada 2.041,95.
Sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 1,4%, usai Indeks Pembelian Manajer Nikkei (PMI) pada Desember 2016 mencapai 50,3, lebih tinggi dibandingkan PMI November 2016 di 49,5.
Saham China berakhir campur aduk, dengan komposit Shanghai naik 0,21% atau 6,75 poin pada 3.165,55 dan komposit Shenzen turun 0,16% atau 3,2 poin pada 2.005,58.
(ven)
Lihat Juga :