Akhir Pekan IHSG Naik 21,52 Poin, Bursa Asia Berakhir Variatif
Jum'at, 06 Januari 2017 - 16:23 WIB
Akhir Pekan IHSG Naik 21,52 Poin, Bursa Asia Berakhir Variatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (6/1/2017) ditutup naik 21,52 poin atau 0,40% ke posisi 5.347,02.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun 3,76 poin atau 0,07% ke level 5.321,75. Namun kemudian berbalik menguat pada sesi I perdagangan. Dan sepanjang akhir pekan ini, IHSG bergerak di kisaran 5.318,38-5.350,24.
Dari 421 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 119 melemah, dan 115 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau, dengan sektor pertambangan memimpin penguatan naik 1,25%, kemudian infrastruktur bertambah 0,97%, dan properti menguat 0,75%. Sementara saham perkebunan berakhir melemah dengan turun 0,42%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp4,61 triliun dari 11,54 miliar saham. Dan transaksi bersih asing sebesar Rp143,97 miliar dengan aksi jual asing Rp1,33 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,48 triliun.
Sementara itu pasar Asia pada akhir pekan, Jumat (6/1/2017) ditutup variatif. Melansir dari CNBC, indeks Jepang Nikkei ditutup turun 66,36 poin atau 0,34% di 19.454,33. Namun secara keseluruhan, sepanjang pekan pertama 2017, bursa Jepang membukukan kenaikan 1,7%.
Lemahnya bursa Jepang hari ini disebabkan oleh tekanan Presiden AS terpilih Donald Trump yang akan melakukan pajak besar terhadap Toyota, setelah pabrikan automotif Negeri Sakura berencana membangun pabrik di Meksiko. Pasalnya ini dapat berdampak tenaga kerja AS di Toyota Amerika.
Mendapat tekanan Trump, Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko mengatakan bahwa negaranya akan terus memberikan kontribusi bagi pekerjaan di Amerika.
Selain itu, lemahnya Nikkei disebabkan oleh menguatnya yen terhadap dolar AS ke level 116,03, lebih tinggi dari posisi 118 pada awal pekan ini.
Indeks Australia ASX 200 ditutup naik tipis 0,04% atau 2,23 poin ke 5.755,58. Pasar gagal bereaksi terhadap data pemerintah yang dirilis pada Jumat ini, yang menunjukkan surplus perdagangan setelah hampir tiga tahun.
Kospi Korea Selatan menguat 7,17 poin atau 0,35% ke 2.049,12. Di Hong Kong, indeks Hang Seng diperdagangkan naik 0,21% atau 46,32 poin ke 22.503,01. Bursa China berakhir menurun, dengan Shanghai turun 11,12 poin atau 0,35% ke 3.154,28 dan Shenzen kehilangan 17,44 poin atau 0,87% ke 1.988,13.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun 3,76 poin atau 0,07% ke level 5.321,75. Namun kemudian berbalik menguat pada sesi I perdagangan. Dan sepanjang akhir pekan ini, IHSG bergerak di kisaran 5.318,38-5.350,24.
Dari 421 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 119 melemah, dan 115 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau, dengan sektor pertambangan memimpin penguatan naik 1,25%, kemudian infrastruktur bertambah 0,97%, dan properti menguat 0,75%. Sementara saham perkebunan berakhir melemah dengan turun 0,42%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp4,61 triliun dari 11,54 miliar saham. Dan transaksi bersih asing sebesar Rp143,97 miliar dengan aksi jual asing Rp1,33 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,48 triliun.
Sementara itu pasar Asia pada akhir pekan, Jumat (6/1/2017) ditutup variatif. Melansir dari CNBC, indeks Jepang Nikkei ditutup turun 66,36 poin atau 0,34% di 19.454,33. Namun secara keseluruhan, sepanjang pekan pertama 2017, bursa Jepang membukukan kenaikan 1,7%.
Lemahnya bursa Jepang hari ini disebabkan oleh tekanan Presiden AS terpilih Donald Trump yang akan melakukan pajak besar terhadap Toyota, setelah pabrikan automotif Negeri Sakura berencana membangun pabrik di Meksiko. Pasalnya ini dapat berdampak tenaga kerja AS di Toyota Amerika.
Mendapat tekanan Trump, Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko mengatakan bahwa negaranya akan terus memberikan kontribusi bagi pekerjaan di Amerika.
Selain itu, lemahnya Nikkei disebabkan oleh menguatnya yen terhadap dolar AS ke level 116,03, lebih tinggi dari posisi 118 pada awal pekan ini.
Indeks Australia ASX 200 ditutup naik tipis 0,04% atau 2,23 poin ke 5.755,58. Pasar gagal bereaksi terhadap data pemerintah yang dirilis pada Jumat ini, yang menunjukkan surplus perdagangan setelah hampir tiga tahun.
Kospi Korea Selatan menguat 7,17 poin atau 0,35% ke 2.049,12. Di Hong Kong, indeks Hang Seng diperdagangkan naik 0,21% atau 46,32 poin ke 22.503,01. Bursa China berakhir menurun, dengan Shanghai turun 11,12 poin atau 0,35% ke 3.154,28 dan Shenzen kehilangan 17,44 poin atau 0,87% ke 1.988,13.
(ven)
Lihat Juga :