Masa Depan Hubungan AS-China Setelah Pelantikan Trump

Jum'at, 06 Januari 2017 - 21:36 WIB
Masa Depan Hubungan...
Masa Depan Hubungan AS-China Setelah Pelantikan Trump
A A A
SINGAPURA - Sejak Donald John Trump memenangkan Pilpres Amerika Serikat pada 8 November 2016, tensi hubungan AS dan Republik Rakyat China mulai mendidih. Trump secara terbuka rajin mengkritik Beijing, bahkan telah menempatkan tiga orang pengkritik China dalam skuat pemerintahannya.

Melansir dari CNBC, Jumat (6/1/2017), Trump sejauh ini telah menyebut China memanipulasi mata uangnya, akan meningkatkan bea masuk 45% bagi produk China yang masuk ke AS, dan mencibir meliterisasi RRC di Laut China Selatan. Trump juga mempertanyakan keabsahan kebijakan Satu China, yang menetapkan Taiwan sebagai bagian dari RRC.

Alhasil, masa depan hubungan Amerika dan China pun tergantung kepada Trump. Christopher Hill, mantan duta besar AS untuk Irak dan Korea Selatan, berharap Trump sesudah pelantikan presiden pada 20 Januari mendatang, bisa mengkonfigurasi ulang hubungan bilateral kedua negara.

“Hubungan antara AS dan China terlalu besar kalau sampai gagal. Trump perlu mencari tahu bagaimana cara membangun hubungan ke depan,” ujar Hill di sela-sela Konferensi Kebijakan Publik di Lee Kuan Yew School di Singapura, seperti disiarkan CNBC.

Banyak pihak memperingatkan bahwa memutuskan hubungan Amerika dengan China hanya akan menghasilkan situasi ‘kalah-kalah’ bagi kedua belah pihak.

Perusahaan AS akan kehilangan akses terhadap pekerja murah China. Selain itu, Washington akan kesulitan mencari pinjaman dari China, yang selama ini merupakan pemegang surat utang terbesar AS.

Sementara itu, perekonomian China akan terganggu jika Trump benar-benar menampar produk China dengan tarif masuk yang lebih tinggi, serta pembatasan terhadap investor China yang ingin melakukan bisnis di AS.

“Trump akan segera mengetahui bahwa dia tidak punya pilihan. Dia harus memilih antara krisis atau hubungan lebih baik. Dia harus belajar dan harus siap soal itu,” tambah Hill.

Pendapat senada juga disampaikan Kishore Mahbubani, mantan duta besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan juga bekas ketua Dewan Keamanan PBB. “Dalam hubungan bilateral AS-China, Trump harus segera belajar bernegosiasi dengan orang-orang yang mungkin tidak biasa baginya”.

Perdagangan Amerika dan China memang semakin memanas sejak Trump mengkritik China, terlebih lagi Trump menampik kebijakan Satu China. Media milik Partai Komunis China, Global Times mengatakan bahwa kebijakan Satu China merupakan tidak bisa ditawar-tawar.

Dan ketegangan ini bisa berimplikasi global. “Jika hubungan AS dan China memburuk, seluruh Asia akan guncang,” kata Mahbubani.

Seluruh wilayah, tambah Mahbubani, ingin agar Beijing dan Washington meminggirkan egoisme mereka yang bisa menganggu arus perdagangan Asia. Keduanya harus membangun kerja sama ekonomi, kebijakan luar negeri, dan menciptakan kerja sama keamanan.

“Amerika dan China perlu menyelesaikan masalah bersama-sama. Tidak bisa mengatasinya sendirian, melainkan bersama-sama dan mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dibanding di masa lalu,” pungkas Hill.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
China Kalahkan Amerika...
China Kalahkan Amerika Serikat sebagai Negara Terkaya di Dunia
China Melemah! Disebut...
China Melemah! Disebut Tak Akan Menyalip Ekonomi AS Sampai 2080
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
10 menit yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
19 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
1 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
1 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved