Stok Langka, Harga Elpiji 3 Kg Ditemukan Melonjak 95%

Senin, 09 Januari 2017 - 00:09 WIB
Stok Langka, Harga Elpiji...
Stok Langka, Harga Elpiji 3 Kg Ditemukan Melonjak 95%
A A A
SENGKANG - Harga gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mengalami lonjakan tajam ketika terjadi kelangkaan. Harga gas dengan tabung hijau ini menembus harga Rp30.000 per tabung, sementara harge eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah hanya Rp15.500 per tabung.

Kenaikan ini terjadi di tengah kelangkaan gas elpiji 3 kg, sehingga membuat warga kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. "Kalaupun ada yang kami dapat harganya sangat mahal, yakni Rp25 ribu hingga Rp30 ribu," kata salah seorang warga, Nani.

Dia menambahkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg, bahkan terkadang membuat ibu rumah tangga harus beralih ke kayu bakar. "Mau pake elpiji yang besar kami tidak punya tabung, kami ini orang miskin. Untuk itu kami berharap pemerintah menyikapi kelangkaan tabung ini," jelasnya.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas 3 Kg, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Wajo melakukan sidak ke tiga agen LPG pada tingkat pangkalan dan pengecer. Berdasarkan pantauan di lapangan, kelangkaan tersebut disebabkan karena peningkatan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris TPID Kabupaten Wajo Muh Arwes mengatakan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat. "Peningkatan kebutuhan ini terjadi karena adanya peralihan penggunaan dari kebutuhan rumah tangga menjadi bahan bakar pompanisasi," ungkap Arwes.

Dia menjelaskan laporan masyarakat yang diterima harga gas 3 kg mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 Bahkan ada yang mencapai sampai Rp30 ribu pertabung. Padahal harga HET dipangkalan hanya Rp15.500 ribu per tabung.

Arwes mengharapkan kepada agen untuk mewanti-wanti para pangkalan untuk tidak menjual gas elpiji 3 kilogram di atas harga eceran tertinggi (HET). "Kita harapkan agar pangkalan tidak menjual diatas harga HET. Dan kita di TPID akan selalu melakukan pemantauan setiap hari," tegasnya.

Sementara Kabag Perekonomian Setda Wajo ini menambahkan bahwa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk penambahan kuota. Namun pihak pertamina meminta untuk pengawasan dalam penyalurannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Disimpan di dalam Kitchen...
Disimpan di dalam Kitchen Set, Tabung Melon Meledak
Transaksi Gas LPG Bersubsidi...
Transaksi Gas LPG Bersubsidi di Pangandaran Bakal Diperketat
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
30 menit yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
37 menit yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
1 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
2 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
3 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
3 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved