McDonalds Jual Saham Mayoritas di China Rp28 Triliun

Senin, 09 Januari 2017 - 17:51 WIB
McDonalds Jual Saham...
McDonalds Jual Saham Mayoritas di China Rp28 Triliun
A A A
HONG KONG - Raksasa restoran cepat saji Amerika Serikat, McDonald’s mengumumkan menjual saham mayoritas bisnis mereka di China kepada sekelompok investor Republik Rakyat China senilai USD1,2 miliar atau setara dengan Rp28 triliun (estimasi kurs Rp13.351/USD).

Melansir dari Associated Press, Senin (9/1/2017), McDonald’s menyatakan bahwa mereka menjual 80% saham kepada unit pengelolaan investasi asal RRC, Citic Capital yang mengakuisisi 52% saham dan Carlyle Group memiliki 28% saham. McDonald’s sendiri akan mempertahankan 20% sisa saham dari bisnis mereka di China dan Hong Kong.

Mengutip dari The Wall Street Journal, Senin (9/1), hingga akhir 2016, McDonald’s memiliki lebih dari 2.400 gerai di daratan China dan lebih dari 240 gerai di Hong Kong.

McDonald’s mengatakan bahwa pemilik baru berkomitmen untuk membangun 1.500 restoran baru di China dan Hong Kong selama lima tahun mendatang. Mereka berencana fokus untuk membuka gerai di Shanghai, Beijing dan Shenzen.

Dengan penjualan saham ini, McDonald’s akan mendapatkan uang tunai dan saham baru di bawah persyaratan perjanjian selama 20 tahun. Hanya saja Chief Executive McDonald’s Steve Easterbrook menolak untuk merinci persyaratan perjanjian tersebut.

Penawaran penjualan McDonald’s sejatinya telah dilakukan enam bulan lalu. Mereka menunjuk Morgan Stanley untuk menjalankan proses penjualan bisnis mereka di China yang mulai meredup.

Meski memiliki nama besar di dunia, namun McDonald’s seakan tidak berdaya di Negeri Tirai Bambu. Pesaing mereka Yum China Holding Inc., dengan bendera Yum Brands merupakan pemilik 5.000 jaringan waralaba KFC dan 2.000 gerai Pizza Hut. Di China, McDonald’s kalah bersaing dengan mereka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
McDonalds Tutup Seluruh...
McDonald's Tutup Seluruh Gerai di Sri Lanka, Ada Apa?
Waralaba McDonalds Terbelah...
Waralaba McDonald's Terbelah antara Dukung Israel dan Palestina
Kembali Hadir, McDonalds...
Kembali Hadir, McDonald's Rusia Berganti Nama Menjadi Vkusno i tochka
Dharma Jaya Gencarkan...
Dharma Jaya Gencarkan Ekonomi Lokal lewat Waralaba Djawara
Mendag Zulkifli: Waralaba...
Mendag Zulkifli: Waralaba Berkontribusi Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi
Dorong Ekonomi Sirkular,...
Dorong Ekonomi Sirkular, Mahasiswa ITS Gagas Waralaba Pengolahan Kompos
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
10 menit yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
19 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
1 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
1 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved