Harga Minyak Naik Terimbas Konferensi Pers Donald Trump

Kamis, 12 Januari 2017 - 07:55 WIB
Harga Minyak Naik Terimbas...
Harga Minyak Naik Terimbas Konferensi Pers Donald Trump
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2,5% atau menjadi kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, karena dolar AS melemah menyusul konferensi pers oleh Presiden AS terpilih Donald Trump dan di tengah berita bahwa Arab Saudi memotong ekspor ke Asia.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/1/2017), harga minyak brent naik USD1,46 atau 2,7% ke level USD55,10 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate naik USD1,43 atau 2,8% ke level USD52,25 per barel. Kedua kontrak tersebut termasuk kenaikan terbesar secara persentase harian sejak 1 Desember 2016.

Harga minyak naik tajan dari hari sebelumnya yang tercatat terendah dalam sebulan, meski data pemerintah menunjukkan kenaikan mingguan lebih besar dari perkiraan minyak mentah dan persediaan bahan bakar AS.

USD runtuh selama komentar Trump, yang mengecewakan investor yang sebelumnya membuat mata uang ke level tertinggi dalam sepekan menjelang konferensi pers. Sebuah penguatan greenback membuat minyak mentah dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya.

"Alasan utama untuk kenaikan harga minyak adalah bahwa dolar turun," kata Phil Davis, managing partner di PSW Investasi di Woodland Park, New Jersey.

Davis juga mengatakan bahwa minyak naik karena beberapa di pasar lebih fokus pada hasil imbang mentah 579.000 barel dari hub penyimpanan Cushing, Oklahoma pekan lalu, lebih besar dari yang diperkirakan 4,1 juta barel keseluruhan persediaan AS.

Produksi 4,1 juta barel menduduki posisi kedua sebanyak 1,2 juta barel seperti yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat Reuters dan 1,5 juta barel berdasarkan data Selasa dari American Petroleum Institute.

"Ini adalah salah satu laporan yang paling seragam bearish dalam beberapa waktu," kata John Kilduff, mitra di energi hedge fund Again Capital di New York.

Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, mengatakan beberapa pelanggan Asia akan mengurangi pasokan minyak mentah mereka sedikit pada Februari.

Namun, ada banyak minyak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh OPEC. Pengeboran Amerika Utara terus meningkat, sementara pengiriman Eropa dan pedagang China mencapai rekor 22 juta barel minyak mentah dari Laut Utara dan Azerbaijan ke Asia bulan ini.

Podusen minyak terbesar kedua yang tergabung dalam OPEC, Irak berencana untuk meningkatkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan selatan nya Basra ke semua waktu tinggi 3.641.000 barel per hari pada Februari.

Produksi minyak mentah AS diproyeksikan naik 110.000 barel per hari di 2017-9000000 bph, menurut data EIA.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved