Rupiah Diperkirakan Masih Mampu Bergerak Positif
Kamis, 12 Januari 2017 - 08:36 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Mampu Bergerak Positif
A
A
A
JAKARTA - Laju pergerakan rupiah secara tren masih memungkinkan untuk menguat seiring masih adanya sentimen dari dalam negeri yang dijadikan sentimen positif untuk mempertahankan laju rupiah.
"Namun demikian, tetap waspada dan cermati berbagai sentimen yang dapat merubah arah rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Apalagi, lanjut dia, pergerakan USD mulai bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan adanya pidato pertama Presiden AS terpilih Donald Trump.
Meski demikian, pelu untuk tetap mencermati berbagai sentimen yang berpotensi menghambat kenaikan lanjutan dari USD. Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.338/USD dan resisten Rp13.260/USD.
Di tengah maraknya sikap menahan diri pelaku pasar jelang pidato pertama Donald Trump, laju rupiah mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan ini terjadi di tengah penguatan indeks USD yang di perdagangan valas Asia sempat menguat 0,2% ke level 102,18.
Sementara, EUR melemah 0,1% terhadap USD di level USD1,05. Lalu, poundsterling pun juga terlihat melemah 0,1% ke lvel USD1,22. Begitupun dengan laju dolar Australia dan dolar New Zealand (NZD) yang bergerak flat.
"Adapun penguatan seiring dengan rilis penelitan dari Lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang memperkirakan Indonesia mampu meningkatkan ekspor hingga 3,2% pada 2017 berdasarkan proyeksi pertumbuhan perekonomian global dan di tengah keyakinan pemerintah akan bertambahnya dana repatriasi dari program tax amnesty meski di periode kedua belum melampaui target," tutur dia.
"Namun demikian, tetap waspada dan cermati berbagai sentimen yang dapat merubah arah rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Apalagi, lanjut dia, pergerakan USD mulai bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan adanya pidato pertama Presiden AS terpilih Donald Trump.
Meski demikian, pelu untuk tetap mencermati berbagai sentimen yang berpotensi menghambat kenaikan lanjutan dari USD. Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.338/USD dan resisten Rp13.260/USD.
Di tengah maraknya sikap menahan diri pelaku pasar jelang pidato pertama Donald Trump, laju rupiah mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan ini terjadi di tengah penguatan indeks USD yang di perdagangan valas Asia sempat menguat 0,2% ke level 102,18.
Sementara, EUR melemah 0,1% terhadap USD di level USD1,05. Lalu, poundsterling pun juga terlihat melemah 0,1% ke lvel USD1,22. Begitupun dengan laju dolar Australia dan dolar New Zealand (NZD) yang bergerak flat.
"Adapun penguatan seiring dengan rilis penelitan dari Lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang memperkirakan Indonesia mampu meningkatkan ekspor hingga 3,2% pada 2017 berdasarkan proyeksi pertumbuhan perekonomian global dan di tengah keyakinan pemerintah akan bertambahnya dana repatriasi dari program tax amnesty meski di periode kedua belum melampaui target," tutur dia.
(izz)