LPS: Kenaikan Fed Rate Bakal Diikuti Suku Bunga BI
Kamis, 12 Januari 2017 - 16:22 WIB
LPS: Kenaikan Fed Rate Bakal Diikuti Suku Bunga BI
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) menerangkan, tren suku bunga global sedang dalam level rendah. Sehingga, diperkirakan tidak alasan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menaikkan suku bunga acuan AS (Fed rate).
(Baca Juga: Tingkat Bunga Penjaminan LPS Tidak Berubah)
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, jika Fed rate naik maka harusnya tidak signifikan. Meski itu juga membuat likuiditas global menjadi ketat tapi pengaruhnya ke nilai tukar rupiah tidak besar.
"Selama suku bunga global rendah maka tidak ada alasan suku bunga The fed naik tajam. Memang ada pengetatan ged rate tapi di pasar rupiah tidak terlalu tajam," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Fauzi memperkirakan Fed rate akan naik dua kali tahun ini. Langkah tersebut bisa menjadi pemicu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga.
"Kalau lihat prediksi Fed rate naik dua kali ke 1,25%, memang pengetatan cash market USD global kita lihat suku bunga global masih rendah. Dampaknya apakah kenaikan suku bunga USD bisa memicu kenaikan suku bunga BI dan suku bunga pasar? Sehingga memicu kenaikan suku bunga LPS," katanya.
Perubahan suku bunga BI, kata dia, merupakan alat instrumen moneter yang digunakan untuk meredam inflasi dan kurs. Sementara suku bunga LPS berkaitan dengan suku bunga pasar yang berkaitan dengan suku bunga BI.
"Kita juga pertimbangkan kalau Fed rate naik tajam suku bunganya, penguatan USD berlanjut akan rugikan ekonomi AS sendiri. Ada kemungkinan naik tapi tidak tajam dalam 24 bulan ke depan mengingat penguatan USD akan memukul ekonomi AS," paparnya.
(Baca Juga: Tingkat Bunga Penjaminan LPS Tidak Berubah)
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, jika Fed rate naik maka harusnya tidak signifikan. Meski itu juga membuat likuiditas global menjadi ketat tapi pengaruhnya ke nilai tukar rupiah tidak besar.
"Selama suku bunga global rendah maka tidak ada alasan suku bunga The fed naik tajam. Memang ada pengetatan ged rate tapi di pasar rupiah tidak terlalu tajam," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Fauzi memperkirakan Fed rate akan naik dua kali tahun ini. Langkah tersebut bisa menjadi pemicu Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga.
"Kalau lihat prediksi Fed rate naik dua kali ke 1,25%, memang pengetatan cash market USD global kita lihat suku bunga global masih rendah. Dampaknya apakah kenaikan suku bunga USD bisa memicu kenaikan suku bunga BI dan suku bunga pasar? Sehingga memicu kenaikan suku bunga LPS," katanya.
Perubahan suku bunga BI, kata dia, merupakan alat instrumen moneter yang digunakan untuk meredam inflasi dan kurs. Sementara suku bunga LPS berkaitan dengan suku bunga pasar yang berkaitan dengan suku bunga BI.
"Kita juga pertimbangkan kalau Fed rate naik tajam suku bunganya, penguatan USD berlanjut akan rugikan ekonomi AS sendiri. Ada kemungkinan naik tapi tidak tajam dalam 24 bulan ke depan mengingat penguatan USD akan memukul ekonomi AS," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :