Isu Bankable Dinilai Jadi Penyebab Kontrak PLTGU Jawa 1 Mandek

Kamis, 12 Januari 2017 - 17:23 WIB
Isu Bankable Dinilai...
Isu Bankable Dinilai Jadi Penyebab Kontrak PLTGU Jawa 1 Mandek
A A A
JAKARTA - Isu bankable dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 dinilai bukan persoalan sederhana, yang menurut ekonom dari State Bank of India (SBI) Rizal Yamin sangat complicated dan merupakan fenomena gunung es. Menurutnya isu bankability membuat proyek ini menjadi mandek, sehingga mengganggu mega proyek listrik pemerintah yakni 35.000 megawatt (MW).

"Dari sekian banyak isu yang terkait dengan bankability, yang paling berat adalah yang berkaitan dengan jaminan atau kepastian pasokan (liquefied natural gas/LNG), untuk pembangkit listrik," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Dia juga mengingatkan adanya kasus yang berkaitan dengan bankability, di antaranya, belum lama ini, bank asal Prancis menarik diri dari pembiayaan konsorsium perusahaan yang membangun salah satu PLTU di Indonesia. "Bank tersebut berkomitmen tidak bersedia lagi membiayai proyek pembangkit energi berbasis batu bara di seluruh dunia karena alasan lingkungan," jelasnya

Lebih lanjut Rizal menerangkan jika Indonesia sampai gagal memahami mengenai pentingnya bankability dan persyaratan-persyaratan yang diperlukan untuk itu, bisa-bisa proyek kelistrikan di Indonesia tidak akan didanai oleh pihak perbankan lagi.

Ada dugaan molornya kontrak PLTGU Jawa 1 juga karena tidak ada jaminan pasokan gas alam cair (LNG) yang sangat fundamental. Hal ini diyakini kemudian menyebabkan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) belum dapat ditandatangani dan proyek menjadi terkatung-katung.

Menurutnya ketersediaan pasokan LNG tersebut sangat penting bagi bank yang akan menyediakan dana untuk membiayai proyek pembangkit listrik berkapasitas 2 x 800 megawatt (MW) tersebut. "Ketidakpastian pasokan LNG merupakan mismanagement dalam proses tender PLTGU Jawa 1, sehingga proyek ini tidak bankability," kata dia.

Rizal menambahkan kondisi ini sejak awal sudah diindikasikan oleh para pemberi pinjaman (lenders) dan akhirnya menjadi kenyataan, sehingga proyek belum juga berjalan. "Padahal, dari sudut nilai investasi, proyek PLTGU Jawa 1 tergolong besar, sekitar USD 2 miliar atau sekitar Rp 26 triliun," jelas dia.

Seperti diketahui, tender megaproyek PLTGU Jawa 1 diikuti sejumlah peserta. Sebut saja Pertamina-Marubeni-Sojitz yang kabarnya menjadi pemenang tender ini serta konsorsium Mitsubishi Corp-JERA-PT Rukun Raharja Tbk-PT Pembangkitan Jawa Bali. Kemudian, konsorsium PT Adaro Energi Tbk-Sembcorp Utilities PTY Ltd, dan konsorsium PT Medco Power Generation Indonesia-PT Medco Power Indonesia-Kepco-dan Nebras Power.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTG Maleo Hemat Impor...
PLTG Maleo Hemat Impor BBM dan Ramah Lingkungan
Keandalan Infrastruktur...
Keandalan Infrastruktur Menjadi Salah Satu Penentu Pemenuhan Kebutuhan LNG PLTG Sambera
Trafo PLTG Jakabaring...
Trafo PLTG Jakabaring Terbakar, PLN WS2JB Sebut Ada Korsleting
Trafo PLTG Meledak dan...
Trafo PLTG Meledak dan Terbakar
PLTG Sambera Tidak Mangkrak,...
PLTG Sambera Tidak Mangkrak, Sinergi, Musyawarah dan Kesepakatan Jadi Kunci
Kebakaran PLTG di Palembang,...
Kebakaran PLTG di Palembang, 3 Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
13 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
24 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
50 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved