Perusahaan Raksasa Minyak Arab Saudi Didorong IPO di 2018
Kamis, 12 Januari 2017 - 18:41 WIB
Perusahaan Raksasa Minyak Arab Saudi Didorong IPO di 2018
A
A
A
DHAHRAN - Perusahaan raksasa minyak dunia yang berkantor pusat di Dhahran, Arab Saudi didorong untuk menjual sebagian sahamnya melalui skema penawaran saham perdana ke publik (IPO) pada 2018, mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih yang masih mengharapkan Saudi Aramco melakukan IPO tahun depan.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (12/1/2017) Falih menerangkan hal itu saat berbicara pada sebuah di Abu Dhabi. Dia mengaku berencana menjual sebesar 5% saham Saudi Aramco yang disebut akan menjadi penawaran saham dengan nilai terbesar yang mancapai puluhan miliran dolar.
Kabarnya para pejabat perusahaan minyak nasional Arab Saudi telah bekerja keras sejak awal tahun ini untuk merumuskan rincian dari penawaran, termasuk legalitas secara hukum, serta bagaimana aset Aramco dinilai. Pihak perusahaan juga masih mempertimbangkan akan dicantumkan di bursa saham manakah peawaran saham umu nanti.
Sebelumnya diyakini IPO Saudi Aramco akan menjadi yang terbesar di Wall Street dengan nilai saham mencapai USD2 triliun atau setara dengan Rp26.440 triliun. ika melihat kepada 5% saham yang akan dilepas perusahaan minyak raksasa dunia tersebut, maka Saudi Aramco akan meraup dana IPO sebesar USD100 miliar atau setara dengan Rp1.320 triliun.
Jika benar terwujud, jumlah IPO Aramco akan mematahkan rekor terbesar sebelumnya yang dicetak oleh Alibaba Group Holding Ltd. Perusahaan e-commerce asal China tersebut melangsungkan IPO pada September 2014, dengan perolehan dana USD25 miliar. Ini melampaui nilai IPO terbesar pendahulunya, yaitu Agricultural Bank of China Ltd. senilai USD21,8 miliar pada 2010 silam.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (12/1/2017) Falih menerangkan hal itu saat berbicara pada sebuah di Abu Dhabi. Dia mengaku berencana menjual sebesar 5% saham Saudi Aramco yang disebut akan menjadi penawaran saham dengan nilai terbesar yang mancapai puluhan miliran dolar.
Kabarnya para pejabat perusahaan minyak nasional Arab Saudi telah bekerja keras sejak awal tahun ini untuk merumuskan rincian dari penawaran, termasuk legalitas secara hukum, serta bagaimana aset Aramco dinilai. Pihak perusahaan juga masih mempertimbangkan akan dicantumkan di bursa saham manakah peawaran saham umu nanti.
Sebelumnya diyakini IPO Saudi Aramco akan menjadi yang terbesar di Wall Street dengan nilai saham mencapai USD2 triliun atau setara dengan Rp26.440 triliun. ika melihat kepada 5% saham yang akan dilepas perusahaan minyak raksasa dunia tersebut, maka Saudi Aramco akan meraup dana IPO sebesar USD100 miliar atau setara dengan Rp1.320 triliun.
Jika benar terwujud, jumlah IPO Aramco akan mematahkan rekor terbesar sebelumnya yang dicetak oleh Alibaba Group Holding Ltd. Perusahaan e-commerce asal China tersebut melangsungkan IPO pada September 2014, dengan perolehan dana USD25 miliar. Ini melampaui nilai IPO terbesar pendahulunya, yaitu Agricultural Bank of China Ltd. senilai USD21,8 miliar pada 2010 silam.
(akr)
Lihat Juga :