Rupiah Diperkirakan Mulai Berbalik Arah Melemah
Senin, 16 Januari 2017 - 08:45 WIB
Rupiah Diperkirakan Mulai Berbalik Arah Melemah
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan cenderung mulai berbalik melemah, dan diantisipasi akan terjadi penurunan lanjutan. Pada akhir pekan kemarin rupiah berakhir anjlok ke kisaran level Rp13.320/USD yang diperkirakan masih akan terus di bawah tekanan pada awal pekan.
"Tetap cermati berbagai sentimen yang berpotensi menghambat kenaikan lanjutan dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (16/1/2017).
Menurut dia diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support di level Rp13.330/USD dan resisten pada level Rp13.259/USD. Diterangkan, meski laju USD melemah, namun laju rupiah kian berbalik melemah juga. Sementara sentimen positif dari Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan tren penurunan bunga kredit masih akan berlanjut di tahun 2017.
Dia menambahkan perbankan dihadapi kenaikan bunga acuan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) dan pengetatan likuiditas. Di sisi lain adanya dana asing yang masuk (capital inflow) selama periode 1-9 Januari 2017 berjumlah USD700 juta diyakini menjadi salah satu penopang stabilitas nilai tukar rupiah pada awal Januari ini.
Lanjut dia diperkirakan BI terkait defisit transaksi berjalan sepanjang 2016 yang akan menyusut menjadi 1,8% terhadap PDB dibanding 2015 yang sebesar 2,06% dari PDB yang seharusnya menjadi penguat kenaikan rupiah terlihat tidak mampu mempertahankan posisi rupiah. "Ketidaktahanan rupiah ini sejalan dengan berkurangnya pelemahan pada USD sebagai antisipasi data klaim penganguran dan penjualan ritel AS," paparnya.
"Tetap cermati berbagai sentimen yang berpotensi menghambat kenaikan lanjutan dari rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (16/1/2017).
Menurut dia diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support di level Rp13.330/USD dan resisten pada level Rp13.259/USD. Diterangkan, meski laju USD melemah, namun laju rupiah kian berbalik melemah juga. Sementara sentimen positif dari Bank Indonesia (BI) yang memperkirakan tren penurunan bunga kredit masih akan berlanjut di tahun 2017.
Dia menambahkan perbankan dihadapi kenaikan bunga acuan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) dan pengetatan likuiditas. Di sisi lain adanya dana asing yang masuk (capital inflow) selama periode 1-9 Januari 2017 berjumlah USD700 juta diyakini menjadi salah satu penopang stabilitas nilai tukar rupiah pada awal Januari ini.
Lanjut dia diperkirakan BI terkait defisit transaksi berjalan sepanjang 2016 yang akan menyusut menjadi 1,8% terhadap PDB dibanding 2015 yang sebesar 2,06% dari PDB yang seharusnya menjadi penguat kenaikan rupiah terlihat tidak mampu mempertahankan posisi rupiah. "Ketidaktahanan rupiah ini sejalan dengan berkurangnya pelemahan pada USD sebagai antisipasi data klaim penganguran dan penjualan ritel AS," paparnya.
(akr)