Rupiah Menguat 0,74% Lawan USD di Akhir 2016

Senin, 16 Januari 2017 - 14:00 WIB
Rupiah Menguat 0,74%...
Rupiah Menguat 0,74% Lawan USD di Akhir 2016
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Desember 2016 terapresiasi 0,74% dibandingkan bulan sebelumnya. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap USD terjadi pada minggu kedua Desember 2016 yang mencapai Rp13.286/USD.

Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Utara yang mencapai Rp13.055/USD pada minggu kedua Desember 2016. Sementara, pada minggu terakhir Desember 2016, penguatan juga terjadi di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Rp13.095/USD.

Level terendah nilai tukar rupiah terjadi pada minggu terakhir November 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar Rp13.590/USD dan pada minggu terakhir Desember 2016 terjadi di Provinsi Banten dengan nilai tengah Rp13.550/USD

"Pada minggu pertama Desember 2016 jika dibanding minggu terakhir November 2016, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika secara rata-rata nasional menguat 173,86 poin atau 1,29%," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Penguatan terbesar, kata dia, terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 287,50 poin atau 2,13%. Pada minggu terakhir Desember 2016, rata-rata nasional nilai tukar rupiah terhadap USD menguat 99,63 poin atau 0,74% dibanding kurs pada minggu terakhir November 2016. Suhariyanto menjelaskan, penguatan rupiah terbesar juga terjadi di Provinsi Bengkulu dengan tambahan 192,50 poin atau 1,42%.

Dia menambahkan, BPS melaporkan informasi nilai tukar eceran rupiah secara periodik. Statistik yang dihasilkan dapat digunakan untuk melihat pengaruh nilai tukar transaksi besar terhadap nilai tukar transaksi eceran, perkembangan nilai tukar rupiah transaksi eceran, melengkapi informasi real-time yang beredar di internet, dan sebagainya.

"Mata uang asing yang dimonitor dalam BRS (Berita Resmi Statistik) ini mencakup empat Jenis, yaitu dolar Amerika (USD), dolar Australia (AUD), yen ]epang (JPY), dan euro (EUR) dengan alasan merupakan mata uang yang hampir selalu diperdagangkan di 34 provinsi di indonesia, sehingga dapat dimonitor transaksinya," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
1 jam yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
1 jam yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
1 jam yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
1 jam yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
2 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved