Impor Jawa Tengah Selama 2016 Capai USD8,8 Miliar

Senin, 16 Januari 2017 - 22:43 WIB
Impor Jawa Tengah Selama...
Impor Jawa Tengah Selama 2016 Capai USD8,8 Miliar
A A A
SEMARANG - Nilai impor Jawa Tengah selama Januari hingga Desember 2016 mencapai USD 8,8 miliar. Nilai impor tersebut turun 17,9% dibanding impor 2015. "Impor kumulatif Januari-Desember 2016 menurun dari USD 10 miliar menjadi USD 8,8 miliar," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono, Senin (16/1/2017).

Dia melanjutkan, impor bukan hal yang menakutkan. Impor tetap diperlukan sebagai negara atau wilayah terbuka sepanjang ditujukan untuk pembelian barang modal. Produk ini diolah kembali supaya bisa menambah kapasitas ekonomi menjadi besar. "Produk tersebut akhirnya dapat mengekspor kembali barang-barang produksi sini. Impor tidak begitu jelek namun untuk mesin dan mekanik tidak begitu besar," ujarnya.

Menurutnya, negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari-Desember 2016 adalah China, Arab Saudi dan Nigeria. Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 49,96% terhadap total impor ke propinsi ini periode Januari-Desember 2016.

Produk impor tertinggi, lanjut dia, terdiri dari tekstil, barang tekstil serta mesin dan pesawat mekanik. Kontribusi komoditas tersebut masing-masing sebesar 41,85%, 16,57% dan 13,92% terhadap total impor Jawa Tengah. "Pekerjaan rumah bersama adalah mengurangi barang tekstil karena nilai ekspor kita juga tinggi untuk produk tersebut," katanya.

Sedangkan, nilai ekspor kumulatif Januari-Desember 2016 mencapai USD5,38 miliar, naik 0,27% dari ekspor kumulatif Januari-Desember 2015 sebesar USD5,37 miliar. Negara pangsa pasar utama ekspor Jateng selama periode Januari-Desember 2016 adalah Amerika Serikat, Jepang dan China.

Ekspor Jateng ke kawasan ASEAN selama Januari-Desember 2016 mencapai USD 450,49 juta atau berkontribusi sebesar 8,36% terhadap total ekspor Jateng. Adapun, ekpor ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar USD865, 48 juta atau berkontribusi sebesar 16,06%. Produk ekspor meliputi tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta bermacam barang hasil pabrik.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS), Samiran menilai, variasi produk harus diperbanyak untuk memperluas barang ekspor. Selain itu, negara utama tujuan ekspor juga diperbanyak. "Semakin banyak negara tujuan akan memperluas pangsa pasar," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Catatan Ekonomi Jabar...
Catatan Ekonomi Jabar 2020, BPS Sebut Diwarnai PHK Massal hingga Penurunan Wisman
Selama Maret 2021, Daya...
Selama Maret 2021, Daya Beli Nelayan Jawa Timur Turun
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved