Diserang Ulat Grayak, Target Produksi Padi Terancam Gagal

Selasa, 17 Januari 2017 - 06:05 WIB
Diserang Ulat Grayak,...
Diserang Ulat Grayak, Target Produksi Padi Terancam Gagal
A A A
KARAWANG - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kadarisman mengaku khawatir dengan serangan hama ulat yang terus meluas. Dia khawatir dengan serangan hama ulat yang mulai tidak terkendali, target produksi padi tahun 2017 ini tidak akan tercapai.

"Dalam sepekan ini memang sawah yang terserang hama ulat grayak terus meluas. Serangan hama ulat grayak terjadi hampir diseluruh kecamatan itu yang membuat kita kewalahan mengatasinya," katanya, Senin (16/1/2017).

Menurut Kadarisman memperkirakan serangan hama ulat itu bukan hanya menyerang ratusan hektare tapi sudah ribuan hektare karena hampir setiap kecamatan mengalami serangan tersebut. Dengan banyaknya serangan hama ulat di setiap kecamatan akan mengganggu target produksi beras di Karawang.

"Saat ini kenaikan populasi ulat grayak memang meningkat signifikan. Kondisi cuaca yang lembab menjadi faktor utama penyebaran ulat itu. Yang membuat saya khawatir ada juga hama lain semacam penggerek dan tikus," katanya

Menurut Kadarisman, serangan ulat grayak di musim tanam rendeng 2017 ini adalah yang paling parah sejak 10 tahun terakhir. "Para petani kita sedang diuji. Padahal dulu ulat grayak tidak pernah ada," terangnya.

Berdasarkan pengamatan, serangan ulat grayak paling parah terjadi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, Karawang Utara. Ratusan hektare sawah di sana terancam gagal panen. Menurut pendataan, hama ordo lepidoptera itu merusak hampir 80% sawah di Kecamatan Rawamerta.

"Kami sedang melakukan pendataan luas sawah yang terdampak. Tentu sambil menyebar obat pembasmi ulat grayak secara massal," sambung dia.

Akibat serangan hama ulat grayak ini petani mulai mengeluh karena serangan hama ini membuatnya rugi. Seperti dikeluhkan oleh Juhadi, 50 tahun, petani asal kampung Jamantri, Desa Mekarjaya. Ia sedih lantaran sawahnya yang seluas 50 hektare dan baru ditanam padi sekitar dua bulan diserang oleh ulat grayak. "Saya sudah keluar banyak uang untuk semprot pestisida. Namun hama itu masih tetap tidak terkendali," keluh Juhadi

Hal serupa juga dirasakan Rohati. Petani 47 tahun itu mengaku sudah sangat kerepotan membasmi ulat grayak. Ia dan kelompok petani di Kecamatan Rawamerta, sudah mencoba berbagai metode. “Mulai dari pestisida organik sampai kimia. Bahkan kami semprotkan pestisida dicampur oli bekas. Namun belum ada perubahan," kesalnya.

Di musim tanam ini, Rohati dan Juhadi harus mengeluarkan biaya ekstra akibat serangan ular grayak. Mereka berdua keluar uang Rp40 juta untuk biaya pembasmian hama. "Selain membeli pestisida, kami harus sewa buruh tani selama tiga malam untuk melakukan penyemprotan pestisida,” katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
7 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
49 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
6 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
16 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved