Rumitnya Kondisi Ekonomi Dunia di Mata Sri Mulyani

Selasa, 17 Januari 2017 - 12:08 WIB
Rumitnya Kondisi Ekonomi...
Rumitnya Kondisi Ekonomi Dunia di Mata Sri Mulyani
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memandang perekonomian dunia saat ini sedang dalam kondisi rumit yang dapat mempengaruhi negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia. Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi global, salah satunya adalah geopoltik dengan ancaman yang dihadapi semakin kompleks.

(Baca Juga: Bisikan Bank Dunia untuk Tingkatkan Mutu Belanja Pemerintah)

Faktor yang menjadi perhatian di antaranya perlambatan ekonomi China, fluktuasi harga minyak mentah dunia dan kekhawatiran tentang keamanan geopolitik. Selain itu menjelang negosiasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) alias Brexit ditambah rencana kebijakan proteksionis Presiden AS terpilih Donald Trump diyakini juga akan berimbas kepada negara emerging markets.

(Baca Juga: Bank Dunia: Reformasi Kebijakan Fiskal Tingkatkan Ekonomi RI)

Semua itu menyebabkan makin meningkatnya ketidakpastian tentang prospek pertumbuhan ekonomi global. Dalam pandangan Sri Mulyani, dia menyampaikan bahwa gejolak ekonomi dunia ini bukan hal baru. Namun, Indonesia dinilai sudah memiliki mental kuat agar tidak terpengaruh dampak dari kondisi perekonomian global.

"Lingkungan global, ketidakpastian pembangunan ekonomi, geopoltik global, ini enggak baru. Saya selalu katakan hidup memang rumit. Kita ubah yang rumit, dengan menyiapkan mental dan pengaruh lingkungan ekonomi global ke Indonesia dari sisi ekspor-impor, psikologi, persepsi, risiko," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

(Baca Juga: Menakar Ekonomi RI, Sri Mulyani Antisipasi Gejolak Global)

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menyampaikan, risiko gejolak perekonomian dunia yang berdampak ke negara berkembang hingga maju bisa dimengerti. Bahkan menurutnya banyak pihak juga setuju dengan kerumitan ini dan mulai melakukan antisipasi.

"Risiko Indonesia dan dunia dengan negara maju dan berkembang ini dapat dipahami dan diterima. Saya bertemu rekan bankir, peneliti yang memiliki pandangan tersendiri soal kerumitan ini," sambungnya.

Menurut dia, Indonesia harus tetap fokus agar tidak terseret perlambatan ekonomi dunia. Sebab, banyak hal yang akan mempengaruhi perekonomian negara berkembang.

"Indonesia harus memahami kerumitan ini, kalau kita menafsirkan banyak hal akan kehilangan fokus. Mulai dari lingkungan global, ekonomi, sosial, politik, dari ekonomi terlihat ekspor-impor, aliran modal serta risiko pengaruhi jalan sebagai satu negara dan satu perekonomian," tegas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Wanti-wanti...
Sri Mulyani Wanti-wanti Kinerja Impresif Ekonomi RI Dihantui Pelemahan Global
Geber Vaksinasi, Sri...
Geber Vaksinasi, Sri Mulyani Pede Ekonomi Meroket 5,3%
Hitung-hitungan Sri...
Hitung-hitungan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 1,7%
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Terus Menunjukkan Resiliensi
Waspada! Sri Mulyani...
Waspada! Sri Mulyani Ungkap Berbagai Ancaman Ekonomi Dunia
Sri Mulyani Akui Permasalahan...
Sri Mulyani Akui Permasalahan Ekonomi Saat Ini Cukup Ruwet
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
9 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
10 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
10 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
10 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved