Konsorsium Pertamina Dinilai Bisa Selamatkan Proyek PLTGU Jawa 1

Rabu, 18 Januari 2017 - 17:41 WIB
Konsorsium Pertamina...
Konsorsium Pertamina Dinilai Bisa Selamatkan Proyek PLTGU Jawa 1
A A A
JAKARTA - Konsorsium Pertamina dinilai bisa menjadi pihak yang menyelamatkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1, meski isu pembatalan terus mencuat. Pemerhati energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengaku salut dengan komitmen konsorsium Pertamina-Marubeni-Sojitz ketika ada pihak yang tidak ingin megaproyek ini berlanjut.

Menanggapi kabar terbaru bahwa konsorsium Pertamina dan PLN telah mendekati kesepahaman, Fahmy memberikan apresiasi. “Dengan perkataan lain, kabar baik ini dapat dijadikan indikasi bahwa Pertamina dan konsorsiumnya telah bersedia menelan semua ongkos akibat terjadinya komplikasi isu teknis komersial ini,” ujar dia di Jakarta, Rabu (18/1/2017).

Lanjut dia menerangkan apabila indikasi tersebut benar, maka salut kepada Pertamina dan kepemimpinannya dalam mengelola para mitra, sehingga mampu menjaga komitmennya untuk tetap memperjuangkan agar megaproyek PLTGU Jawa 1 tetap bisa berjalan dan terjamin keberlanjutannya

"Semua faktor kompleksitas kegagalan megaproyek itu, terutama masalah teknis komersial, lebih disebabkan kecerobohan dan procurement agent-nya dalam menyiapkan dokumen tender yang memenuhi semangat berbisnis yang sehat, profesional dan berimbang (fair)," paparnya.

Dia menambahkan isu kontrak PLTGU yang segera teken, menurutnya perlu dicermati lebih lanjut, apakah hanya sekedar kabar angin atau memang benar. "PLTGU Jawa 1 ini megaproyek yang strategis. Kepentingan nasional sangat besar di megaproyek ini. Jangan sampai isu positif ini hanya bagian dari usaha untuk menjaga citra di depan publik,” sambung dia.

Dijelaskan olehnya, jika dicermati isu yang berkembang di publik saat ini terkait PLTGU Jawa 1 ada dua penyebab utama kekisruhan yang berakar dari masalah bankability dan isu teknis komersial yang tidak kunjung disepakati, meskipun sudah melewati tenggat waktu.

“Hal ini bukan masalah sederhana. Pasti terdapat konsekuensi keekonomian yang sangat signifikan. Pertanyaan berikutnya adalah, apakah kedua pihak akhirnya bersepakat atau ada salah satu yang berkorban?” jelas dia.

Dia menambahkan, PLN dan pihak konsultan, yakni PT Ernst and Young (EY) Indonesia, telah ceroboh dalam hal penyiapan tender yang mengakibatkan bankability issue dan tidak adanya suplai gas. "Suplai gas yang harusnya menjadi tanggungjawab pengembang, tiba-tiba dipisah. Ternyata tidak sanggup mengadakan LNG-nya," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTG Maleo Hemat Impor...
PLTG Maleo Hemat Impor BBM dan Ramah Lingkungan
Keandalan Infrastruktur...
Keandalan Infrastruktur Menjadi Salah Satu Penentu Pemenuhan Kebutuhan LNG PLTG Sambera
Trafo PLTG Jakabaring...
Trafo PLTG Jakabaring Terbakar, PLN WS2JB Sebut Ada Korsleting
Trafo PLTG Meledak dan...
Trafo PLTG Meledak dan Terbakar
PLTG Sambera Tidak Mangkrak,...
PLTG Sambera Tidak Mangkrak, Sinergi, Musyawarah dan Kesepakatan Jadi Kunci
Kebakaran PLTG di Palembang,...
Kebakaran PLTG di Palembang, 3 Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
12 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved