Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Positif Saat Sentimen Terpecah

Kamis, 19 Januari 2017 - 09:59 WIB
Harga Minyak Dunia Lanjutkan...
Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Positif Saat Sentimen Terpecah
A A A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia masih berada dalam tren positif saat minyak AS mulai menanjak ketika sesi sebelumnya berada pada posisi terendah dalam satu pekan. Investor diyakini masih mengamati dan menanti data terbaru setok minyak Amerika Serikat di tengah upaya OPEC mengurangi pasokan Internasional.

Sentimen di pasar minyak mentah telah terpecah antara harapan pemulihan produksi AS serta harapan banjir pasokan dapat diatasi oleh kebijakan pemotongan produksi yang diusung oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC). Selain itu negara-negara non OPEC juga sempat memberikan sinyal positif terkait pengurangan output.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/1/2017) harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) pada awal perdagangan naik mencapai 38 sen di level USD51,46 per barel pada pukul 00.35 GMT, setelah pada sesi sebelumnya berada pada level terendah satu pekan di posisi USD50,91 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent masih terus bergerak dalam perdagangan usai pada sesi terakhir tercatat turun 2,8%.

"IEA (International Energy Agency) mengatakan mereka berharap harga minyak lebih tinggi untuk memicu dorongan signifikan dalam output AS. Secara garis besar semuanya akan sejalan dengan perkiraan kami. Namun kami masih mengharapkan pasar minyak glonal akan pindah ke posisi defisit yang cukup signifikan dalam semester pertama tahun 2017," ucap ANZ.

Pasar minyak dunia terlihat masih mencari arah dari data inventaris mingguan energi AS yang sempat tertunda karena hari libur awal pekan kemarin. Sementara itu, OPEC termasuk Indonesia memompa produksi 33.085 juta barel per hari bulan lalu. Sedangkan OPEC kabarnya mulai menurunkan produksi hingga 221,000 bpd dari bulan November, berdasarkan laporan bulanan.

OPEC dan produsen minyak non-OPEC lainnya pada bulan November dan Desember berjanji untuk memangkas produksi minyak hampir 1,8 juta bpd. Di sisi lain pergerakan USD dalam greenback masih akan mempengaruhi harga komoditas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
12 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
54 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved