Tiru Taktik Iran, Begini Cara Cerdik Rusia Siasati Sanksi Barat

Minggu, 05 Mei 2024 - 08:25 WIB
loading...
Tiru Taktik Iran, Begini...
Taktik Rusia dan Iran menghindari sanksi Barat terhadap industri minyaknya. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Iran dan Rusia menjadi negara yang saat ini dijatuhi sanksi Barat. Keduanya memiliki cara untuk mensiasati sanksi tersebut. Seorang kolumnis opini energi dan komoditas dari Bloomberg, Javier Blas menjelaskan bagaimana Iran bisa menghindar meski telah dijatuhi sanksi Barat selama hampir 40 tahun lebih lama dari Rusia.

Iran telah mengekspor dua kali lipat minyak mentahnya ke Malaysia untuk diganti namanya lalu dari negara itu disalurkan ke China. Dengan mengganti nama minyak Iran, Malaysia menjadi pemasok minyak asing terbesar keempat bagi China tahun lalu, di belakang Arab Saudi, Rusia, dan Irak.

"China tidak mengimpor dari Iran satu barel pun. Namun mereka mengimpor lebih banyak dari Malaysia. Menurut data bea cukai resmi China, entah bagaimana negara ini membeli lebih dari dua kali lipat lebih banyak minyak Malaysia daripada yang sebenarnya diproduksi Malaysia," ujar dia, dilansir dari DW, Minggu (5/5/2024).

Baca Juga: AS Peringatkan Ancaman Nuklir Baru dari China

Selama bertahun-tahun, Iran telah menggunakan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pusat untuk menghindari sanksi. Dubai salah satu dari tujuh emirat di UEA merupakan pintu gerbang barang-barang terlarang selain minyak yang masuk ke Iran.

Teheran telah lama memodifikasi rantai pasokannya sehingga hampir semua barang yang di embargo oleh Amerika Serikat (AS) atau Uni Eropa dapat diperoleh melalui pusat perdagangan dan keuangan seperti Dubai. Sementara, Rusia membangun rute perdagangan serupa untuk memastikan pasokan barang-barang penting bagi ekonomi negara tersebut.

Bekas Republik Soviet di Asia Tengah telah terbukti ideal untuk menghindari embargo, karena negara-negara seperti Kazakhstan atau Kirgistan adalah bagian dari serikat pabean dengan Moskow. Selain itu, jarak yang sangat jauh Kazakhstan dengan Rusia, yang lebih dari 7.500 kilometer (4.660 mil) membuat kontrol sanksi hampir tidak mungkin dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved