IPC Dinilai Belum Serius Pikirkan Nasib TKBM

Senin, 23 Januari 2017 - 21:37 WIB
IPC Dinilai Belum Serius...
IPC Dinilai Belum Serius Pikirkan Nasib TKBM
A A A
JAKARTA - Rencana PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) atau IPC melakukan investasi pengembangan pelabuhan yang menghabiskan dana belasan triliun rupiah dinilai belum sejalan dengan perhatian perusahaan BUMN pelabuhan tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Ketua Umum Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok, Nurtakim mengatakan, sulit dibayangkan di pelabuhan dengan keuntungan triliunan rupiah setiap tahun, kehidupan TKBM seolah terus terpinggirkan. Padahal, TKBM merupakan garda terdepan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

"Pelabuhan itu core business-nya bongkar muat. Keuntungan triliunan rupiah diperoleh dari kegiatan bongkar muat. Tentu mengherankan kalau kehidupan TKBM sampai hari ini masih memprihatinkan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (23/1/2017).

Dia mencontohkan dalam hal pembayaran upah. Di mana para pekerja TKBM mendapatkan upah harian yang dihitung berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Sebagai pekerja dengan status harian lepas, TKBM dibayar sesuai jumlah hari kerja. Maka, jika mereka tidak bekerja, tidak mendapat upah (no work no pay), padahal volume kerja di konvensional terus menurun.

Harapan meningkatnya perhatian nasib pekerja TKBM makin besar, ketika sejumlah pekerja pelabuhan terpilih sebagai anggota legislatif pusat maupun daerah. Tapi sampai sekarang, kepedulian itu belum diwujudkan.

Semula, Serikat TKBM banyak menaruh harapan pergantian manajemen Pelindo II akan berpengaruh positif terhadap kehidupan TKBM. Persoalan-persoalan yang membelit TKBM bisa diselesaikan di bawah kepemimpinan Dirut Elvyn G Masasya.

Pihaknya menilai, dirut yang baru sepertinya lebih tertarik membahas rencana investasi yang berkali-kali dipaparkan direksi sebelumnya.

"Bukan kami tidak setuju dengan rencana investasi yang digadang-gadang untuk menekan ongkos logistik, tapi kami sebagai garda terdepan pelabuhan juga minta diperhatikan. Kalau bukan sekarang diselesaikan, mau kapan lagi?" ujarnya.

Nurtakim mencatat sejumlah persoalan yang dihadapi pekerja TKBM saat ini yang bermuara pada minimnya kesejahteraan. Misalnya, minimnya pendapatan sebagai akibat volume kerja yang rendah, sistem pengupahan yang kurang layak dibanding keuntungan yang diraih Pelindo II maupun kesempatan meningkatkan skill pekerjaan bongkar muat.

"Mencermati kebijakan Pelindo II satu tahun terakhir ini, terus terang kami jadi ragu," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Pelindo II Tunda IPO...
Pelindo II Tunda IPO dan Akuisisi Pelabuhan Asing
Erick Thohir Rombak...
Erick Thohir Rombak Direksi Pelindo I hingga IV, Ada Apa?
Banyak SDM Kurang Tahan...
Banyak SDM Kurang Tahan Tekanan di Dunia Kerja, Ini Penyebabnya
Bos Pelindo II Blak-blakan...
Bos Pelindo II Blak-blakan Soal Merger, Bakal Banyak PHK?
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
45 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved