Hadapi Kebijakan Trump, RI Punya Peluang Lewat Komoditas
Selasa, 24 Januari 2017 - 14:10 WIB
Hadapi Kebijakan Trump, RI Punya Peluang Lewat Komoditas
A
A
A
JAKARTA - PT Aberdeen Asset Management menilai Indonesia bisa mengambil peluang dari kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Potensi itu datang dari harga komoditas yang telah merangkak naik.
Presiden Direktur Aberdeen Asset Management Sigit Pratama Wiryadi mengatakan, AS ingin ekonominya kembali kuat setelah krisis 2008. Industri manufaktur jadi salah satu faktor yang bisa mendukung dengan suplai bahan baku dari Indonesia.
"Indonesia kan ekspor utamanya komoditas. Kalau di Amerika kan manufaktur yang difokuskan. Kalau permintaan komoditas naik maka konsumsi domestik juga membaik," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Di tempat yang sama, Aberdeen Asset Management Investment Director-Indonesia Bharat Joshi menjelaskan, meningkatnya harga komoditas akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, juga memiliki multiplier effect seperti peningkatan pendapatan di beberapa daerah.
Dia menyampaikan, harga komoditas tahun lalu sudah mulai mengalami perbaikan dari penurunan yang terjadi sejak 2012. Kendati demikian, harganya belum setinggi seperti periode 2007-2012.
"Diharapkan dengan kebijakan dari Amerika ini justru akan membawa peningkatan karena untuk membangun manufaktur mereka juga butuh komoditas seperti batu bara, bijih besi, dan lain-lain," kata Bharat.
Presiden Direktur Aberdeen Asset Management Sigit Pratama Wiryadi mengatakan, AS ingin ekonominya kembali kuat setelah krisis 2008. Industri manufaktur jadi salah satu faktor yang bisa mendukung dengan suplai bahan baku dari Indonesia.
"Indonesia kan ekspor utamanya komoditas. Kalau di Amerika kan manufaktur yang difokuskan. Kalau permintaan komoditas naik maka konsumsi domestik juga membaik," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Di tempat yang sama, Aberdeen Asset Management Investment Director-Indonesia Bharat Joshi menjelaskan, meningkatnya harga komoditas akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, juga memiliki multiplier effect seperti peningkatan pendapatan di beberapa daerah.
Dia menyampaikan, harga komoditas tahun lalu sudah mulai mengalami perbaikan dari penurunan yang terjadi sejak 2012. Kendati demikian, harganya belum setinggi seperti periode 2007-2012.
"Diharapkan dengan kebijakan dari Amerika ini justru akan membawa peningkatan karena untuk membangun manufaktur mereka juga butuh komoditas seperti batu bara, bijih besi, dan lain-lain," kata Bharat.
(izz)
Lihat Juga :