BPJS TK Siap Terbitkan RDPT untuk Bangun 25 Ribu Perumahan Pekerja
Senin, 30 Januari 2017 - 00:22 WIB
BPJS TK Siap Terbitkan RDPT untuk Bangun 25 Ribu Perumahan Pekerja
A
A
A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) siap terbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Properti untuk penyediaan perumahan pekerja. Produk ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor dalam dan luar negeri. BPJS TK menargetkan penyediaan 25 ribu rumah untuk pekerja dalam setahun ke depan.
Direktur Pengembangan Investasi BPJS TK Krishna Syarif mengatakan, program perumahan ini tidak dapat dikerjakan sendiri tanpa dukungan dari mitra strategis. Salah satunya melalui perbankan, saat ini pihaknya mengundang Manajer Investasi (MI) untuk mengembangkan skema investasi instrumen pasar modal untuk pendanaan perumahan pekerja.
"Kami siapkan pendanaan perumahan dari sisi supply dan demand. Kami menargetkan penyediaan 25.000 rumah untuk pekerja dalam 1 tahun kedepan,” ujar Krishna, dalam siaran pers, Minggu (29/1/2017).
Dia mengundang perusahaan pengembang (developer) dan Manajer Investasi (MI) serta investor untuk ikut aktif berperan. Developer diharapkan dapat mengembangkan perumahan pekerja di lingkungan kawasan industri maupun di lahan yang sudah tersedia. MI berperan melakukan financial arrangements dan investor lainnya akan mendukung fasilitas pendanaannya. “Sehingga pertumbuhan supply perumahan pekerja ini dapat mengurangi backlog perumahan,” ujarnya.
Krishna menambahkan, BPJS TK merancang manfaat tambahan perumahan untuk peserta sekaligus mendukung program 1 (satu) juta rumah dari pemerintah. Karena itu kini pihaknya sedang melakukan finalisasi peraturan turunan dari Permenaker Nomor 35 Tahun 2016 yang mengatur tentang Manfaat Layanan Tambahan termasuk perumahan untuk peserta, dan menyiapkan mekanisme kerjasama dengan mitra strategis.
"Dari sisi supply, untuk mendukung ketersediaan rumah pekerja, kami akan menempatkan dana di Bank Pemerintah untuk pemberian kredit konstruksi dengan bunga menarik bagi perusahaan pengembang (developer) yang membangun perumahan sesuai kriteria yang kami tetapkan", jelas Krishna
Krishna juga menjelaskan, dari sisi demand, BPJS Ketenagakerjaan akan bekerja sama dengan bank Pemerintah untuk menyalurkan tiga macam pinjaman dengan bunga yang menarik bagi pekerja Indonesia diantaranya Uang Muka Perumahan, KPR dan Renovasi Rumah yang tentu saja dengan bunga yang lebih rendah.
Kriteria peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman akan direkomendasikan oleh BPJS Ketenagakerjaan, namun kelayakan untuk mendapatkan pinjaman tetap berdasarkan pada hasil analisa kredit dari mitra perbankan kerjasama.“Semoga program ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ujar Krishna.
Direktur Pengembangan Investasi BPJS TK Krishna Syarif mengatakan, program perumahan ini tidak dapat dikerjakan sendiri tanpa dukungan dari mitra strategis. Salah satunya melalui perbankan, saat ini pihaknya mengundang Manajer Investasi (MI) untuk mengembangkan skema investasi instrumen pasar modal untuk pendanaan perumahan pekerja.
"Kami siapkan pendanaan perumahan dari sisi supply dan demand. Kami menargetkan penyediaan 25.000 rumah untuk pekerja dalam 1 tahun kedepan,” ujar Krishna, dalam siaran pers, Minggu (29/1/2017).
Dia mengundang perusahaan pengembang (developer) dan Manajer Investasi (MI) serta investor untuk ikut aktif berperan. Developer diharapkan dapat mengembangkan perumahan pekerja di lingkungan kawasan industri maupun di lahan yang sudah tersedia. MI berperan melakukan financial arrangements dan investor lainnya akan mendukung fasilitas pendanaannya. “Sehingga pertumbuhan supply perumahan pekerja ini dapat mengurangi backlog perumahan,” ujarnya.
Krishna menambahkan, BPJS TK merancang manfaat tambahan perumahan untuk peserta sekaligus mendukung program 1 (satu) juta rumah dari pemerintah. Karena itu kini pihaknya sedang melakukan finalisasi peraturan turunan dari Permenaker Nomor 35 Tahun 2016 yang mengatur tentang Manfaat Layanan Tambahan termasuk perumahan untuk peserta, dan menyiapkan mekanisme kerjasama dengan mitra strategis.
"Dari sisi supply, untuk mendukung ketersediaan rumah pekerja, kami akan menempatkan dana di Bank Pemerintah untuk pemberian kredit konstruksi dengan bunga menarik bagi perusahaan pengembang (developer) yang membangun perumahan sesuai kriteria yang kami tetapkan", jelas Krishna
Krishna juga menjelaskan, dari sisi demand, BPJS Ketenagakerjaan akan bekerja sama dengan bank Pemerintah untuk menyalurkan tiga macam pinjaman dengan bunga yang menarik bagi pekerja Indonesia diantaranya Uang Muka Perumahan, KPR dan Renovasi Rumah yang tentu saja dengan bunga yang lebih rendah.
Kriteria peserta yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman akan direkomendasikan oleh BPJS Ketenagakerjaan, namun kelayakan untuk mendapatkan pinjaman tetap berdasarkan pada hasil analisa kredit dari mitra perbankan kerjasama.“Semoga program ini berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ujar Krishna.
(dmd)
Lihat Juga :