Kekayaan 8 Miliarder Ini Setara 3,6 Miliar Penduduk Bumi

Selasa, 31 Januari 2017 - 05:00 WIB
Kekayaan 8 Miliarder...
Kekayaan 8 Miliarder Ini Setara 3,6 Miliar Penduduk Bumi
A A A
OXFORD - Anda tentu tidak asing lagi dengan orang super kaya di dunia, Bill Gates dengan kerajaan Microsoft-nya yang banyak memudahkan pekerjaan di kantor. Mungkin pula dengan Warren Buffett, Jeff Bezos pendiri Amazon, dan Mark Zuckerberg pembuat Facebook, yang akhir-akhir ini, media sosial buatannya menjadi ajang eksistensi diri dari para penggunanya.

Selain itu terdapat raja fashion Amancio Ortega, Carlos Slim Helu, Larry Ellison, dan penguasa media massa Michael Bloomberg. Melansir dari CNBC, Selasa (31/1/2017), kekayaan delapan orang pengusaha ini bila digabungkan setara dengan 3,6 miliar populasi dunia. Wow!

Menurut penelitian yang disusun Oxfam, jaringan organisasi internasional yang aktif mengurangi kemiskinan global, menyatakan gabungan kekayaan delapan orang tersebut senilai USD426 miliar atau setara Rp5.683 triliun (estimasi kurs Rp13.340/USD). Dan jika dibagi rata-rata, mencapai USD53,25 miliar ekuivalen Rp710 triliun per orang.

Sementara itu, menurut Oxfam, lembaga nirlaba yang bermarkas di Oxford, Inggris, bahwa 3,6 miliar penduduk miskin di dunia memiliki rata-rata pendapatan USD120 atau Rp1,6 juta per orang. Data Oxfam menyatakan kesenjangan alias ketidaksetaraan global semakin membesar. “Ini menunjukkan bahwa ketimpangan terus tumbuh,” tulis Oxfam dalam laporannya.

Meski demikian, memang ada beberapa orang super kaya yang menghindari dari pusat perhatian. Mereka lebih memilih kekayaan tanpa ketenaran. Sehingga mereka luput dari radar Oxfam. Adapun data Oxfam untuk kekayaan delapan orang tersebut sebagai berikut:

1. Bill Gates, pendiri Microsoft, namanya selalu di puncak orang terkaya planet bumi. Kekayaannya bernilai USD75 miliar alias Rp1.000 triliun atau 8,80% dari kekayaan gabungan delapan miliarder terkaya.
2. Armancio Ortega, orang terkaya di Eropa. Pria berpaspor Spanyol ini adalah pendiri merek pakaian Zara. Kekayaannya mencapai USD67 miliar alias Rp893 triliun atau 7,86% dari kekayaan gabungan delapan miliarder terkaya.
3. Warren Buffett, maestro investasi dan CEO Berkshire Hathaway, memiliki kekayaan USD60,8 miliar setara Rp811 triliun atau 7,13% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.
4. Carlos Slim Helu, raja telekomunikasi asal Meksiko dengan usaha menggurita di Amerika Latin. Memiliki kekayaan USD50 miliar setara Rp667 triliun atau 5,87% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.
5. Jeff Bezos, pemilik ritel raksasa online Amazon, dengan kekayaan USD45,2 miliar setara dengan Rp603 triliun atau 5,30% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.
6. Mark Zuckerberg, pendiri media sosial kenamaan Facebook, yang berdiri sejak 2004 hingga sekarang, membuatnya mengumpulkan pundi-pundi kekayaan USD44,6 miliar setara Rp594 triliun atau 5,23% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.
7. Larry Ellison, pendiri software Oracle dengan kekayaan USD43,6 miliar ekuivalen Rp581 triliun atau 5,11% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.
8. Michael Bloomberg adalah ahli keuangan, raja media, sekaligus Walikota New York dengan kekayaan USD40 miliar alias Rp533 triliun atau 4,69% dari total kekayaan delapan miliarder terkaya.

Data yang disajikan Oxfam, selain menunjukkan ketimpangan global, juga membuktikan bahwa kemiskinan di China dan India lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya. Oxfam pun berharap ketimpangan ini bisa diminimalisasi dengan menaikkan pendapatan upah pekerja, meningkatkan jumlah kelas menengah, dan mengatasi penggelapan pajak oleh orang kaya agar mengurangi ketimpangan global.

Oxfam menyatakan sejak 2015, 1% orang kaya di dunia akan menguasai 50% kekayaan dunia. Data Oxfam ini juga menjadi perhatian pada World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 17-20 Januari lalu. WEF mengakui bahwa peningkatan ketidaksetaraan ini menyebabkan meningkatnya populisme dan retorika anti-globalisasi.

Meski demikian, beberapa pengamat melawan laporan Oxfam, dengan menyatakan kapitalisme global dan pasar bebas telah membantu lebih dari 100 juta orang keluar dari garis kemiskinan pada tahun lalu.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Ancaman Resesi...
Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Miliarder Serukan Sistem...
Miliarder Serukan Sistem Pajak yang Lebih Adil di Davos, WEF 2022
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Di WEF 2026, Dirut BRI...
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
Hadiri WEF Davos 2026,...
Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Angkat Peran Kunci UMKM ke Panggung Keuangan Global
Airlangga Tegaskan Komitmen...
Airlangga Tegaskan Komitmen Transisi Energi di Pertemuan World Economic Forum 2022
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
12 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
30 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
53 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Tak Hanya Ketupat, Ini...
Tak Hanya Ketupat, Ini 8 Makanan Khas Lebaran Terbuat dari Beras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved