Bursa Asia Mayoritas Positif, IHSG Berakhir Naik 0,62%
Rabu, 01 Februari 2017 - 16:37 WIB
Bursa Asia Mayoritas Positif, IHSG Berakhir Naik 0,62%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup semakin menguat sejak pembukaan tadi pagi. IHSG hari ini berakhir menguat 33,06 poin atau 0,62% ke level 5.327,16. Pelemahan bursa saham Tanah Air pada perdagangan sore ini terjadi saat bursa Asia mayoritas menghijau.
IHSG pada pembukaan tadi pagi menghijau ke level 5.320,44 atau 0,50% setara dengan 26,34 poin, dan pada sesi I menanjak 31,33 poin atau 0,59% ke level 5.325,44. IHSG kemarin ditutup melemah 8,56 poin atau 0,16% ke level 5.294,10.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,53 triliun dengan 29,34 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp363,86 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,80 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,16 triliun. Tercatat 168 saham menguat, 151 melemah dan 114 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp950 menjadi Rp62.700, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp250 menjadi Rp5.950, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 menjadi Rp8.050.
Selanjut untuk saham yang mengalami pelemahan terdalam di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp430 menjadi Rp3.700, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp385 menjadi Rp1.165, dan PT Asuransi Bina Dana Asrta tbk (ABDA) turun Rp200 menjadi Rp6.800.
Seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia sebagian besar lebih tinggi setelah sektor manufaktur China menunjukkan tanda-tanda ekspansi pada Januari dan karena investor melihat kebijakan yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed).
Indeks manufaktur China atau Purchasing Mangers Index (PMI) untuk Januari berada pada angka 51,3, lebih tinggi dari perkiraan 51,2. "Ini menandai enam bulan berturut-turut bahwa ekspansi di sektor manufaktur negara itu dan menunjukkan stabilisasi lebih lanjut dari ekonomi terbesar di Asia," kata Margaret Yang, analis pasar di CMC Markets.
Sementara layanan resmi PMI di angka 54,6 pada Januari. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor ini, sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.
The Fed diperkirakan akan terus stabil, tetapi investor akan melihat pernyataan setelah bank sentral AS pada Desember diperkirakan akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017.
Di Jepang, Indeks Nikkei N225 pulih dari kerugian sebelumnya lebih dari 0,5% dan berhasil naik 0,27%. Saham Toshiba naik 0,45%, sebelumnya menjatuhkan 3% setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Toshiba akan menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir setelah menimbulkan kerugian miliaran dolar untuk menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda di AS.
Perusahaan game raksasa Nintendo turun 3,27% setelah memangkas prospek laba sebesar 10 miliar yen (USD88 juta) karena penjualan konsol melemah. Saham Mitsubishi Motors naik 12,56%, setelah merevisi untuk tahun fiskal penuh dari kerugian operasi sebesar 27,6 miliar yen (USD244 juta) menjadi keuntungan 1 miliar yen (USD8,8 juta).
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,48% didukung sektor emas yang naik 1,12%. Di Korea Selatan, Indeks Kospi bertambah 0,51% setelah data perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Januari melonjak 11,2% dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tercepat sejak 2012.
Di Hong Kong, Indeks Hang Seng kembali diperdagangkan setelah libur Tahun Baru Imlek dan turun 0,71%.
IHSG pada pembukaan tadi pagi menghijau ke level 5.320,44 atau 0,50% setara dengan 26,34 poin, dan pada sesi I menanjak 31,33 poin atau 0,59% ke level 5.325,44. IHSG kemarin ditutup melemah 8,56 poin atau 0,16% ke level 5.294,10.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,53 triliun dengan 29,34 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp363,86 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,80 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,16 triliun. Tercatat 168 saham menguat, 151 melemah dan 114 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp950 menjadi Rp62.700, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp250 menjadi Rp5.950, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp100 menjadi Rp8.050.
Selanjut untuk saham yang mengalami pelemahan terdalam di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp430 menjadi Rp3.700, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp385 menjadi Rp1.165, dan PT Asuransi Bina Dana Asrta tbk (ABDA) turun Rp200 menjadi Rp6.800.
Seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia sebagian besar lebih tinggi setelah sektor manufaktur China menunjukkan tanda-tanda ekspansi pada Januari dan karena investor melihat kebijakan yang akan diambil oleh Federal Reserve (The Fed).
Indeks manufaktur China atau Purchasing Mangers Index (PMI) untuk Januari berada pada angka 51,3, lebih tinggi dari perkiraan 51,2. "Ini menandai enam bulan berturut-turut bahwa ekspansi di sektor manufaktur negara itu dan menunjukkan stabilisasi lebih lanjut dari ekonomi terbesar di Asia," kata Margaret Yang, analis pasar di CMC Markets.
Sementara layanan resmi PMI di angka 54,6 pada Januari. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor ini, sementara angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.
The Fed diperkirakan akan terus stabil, tetapi investor akan melihat pernyataan setelah bank sentral AS pada Desember diperkirakan akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017.
Di Jepang, Indeks Nikkei N225 pulih dari kerugian sebelumnya lebih dari 0,5% dan berhasil naik 0,27%. Saham Toshiba naik 0,45%, sebelumnya menjatuhkan 3% setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Toshiba akan menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir setelah menimbulkan kerugian miliaran dolar untuk menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda di AS.
Perusahaan game raksasa Nintendo turun 3,27% setelah memangkas prospek laba sebesar 10 miliar yen (USD88 juta) karena penjualan konsol melemah. Saham Mitsubishi Motors naik 12,56%, setelah merevisi untuk tahun fiskal penuh dari kerugian operasi sebesar 27,6 miliar yen (USD244 juta) menjadi keuntungan 1 miliar yen (USD8,8 juta).
Di Australia, Indeks ASX 200 naik 0,48% didukung sektor emas yang naik 1,12%. Di Korea Selatan, Indeks Kospi bertambah 0,51% setelah data perdagangan menunjukkan bahwa ekspor Januari melonjak 11,2% dari tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tercepat sejak 2012.
Di Hong Kong, Indeks Hang Seng kembali diperdagangkan setelah libur Tahun Baru Imlek dan turun 0,71%.
(izz)
Lihat Juga :