Rupiah Hari Ini Diramal Lanjutkan Pelemahan
Kamis, 02 Februari 2017 - 08:41 WIB
Rupiah Hari Ini Diramal Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah yang kemarin kembali melemah di bawah perkiraan telah membuka peluang untuk adanya pelemahan lanjutan pada hari ini.
"Namun demikian, tetap kami harapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan lebih dalam," kata dia di Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Pihaknya meminta untuk tetap mencermati berbagai sentimen yang akan memengaruhi perubahan pada laju rupiah. "Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp13.390/USD dan resisten Rp13.340/USD," imbuhnya.
Reza menerangkan, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan setelah mata uang USD kembali menggeliat. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan laju USD sebelumnya sembari mencermati imbas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump.
Laju USD menguat setelah Presiden Trump mengeluarkan pernyataan bahwa Jepang dan Tiongkok telah mengambil kesempatan menguasai ekonomi dengan melakukan devaluasi mata uangnya.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia seiring penantian progres dari pengurangan produksi dari sebagian besar negara penghasil minyak mentah.
"Namun demikian, tetap kami harapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan lebih dalam," kata dia di Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Pihaknya meminta untuk tetap mencermati berbagai sentimen yang akan memengaruhi perubahan pada laju rupiah. "Diperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran support Rp13.390/USD dan resisten Rp13.340/USD," imbuhnya.
Reza menerangkan, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan setelah mata uang USD kembali menggeliat. Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan laju USD sebelumnya sembari mencermati imbas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump.
Laju USD menguat setelah Presiden Trump mengeluarkan pernyataan bahwa Jepang dan Tiongkok telah mengambil kesempatan menguasai ekonomi dengan melakukan devaluasi mata uangnya.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia seiring penantian progres dari pengurangan produksi dari sebagian besar negara penghasil minyak mentah.
(izz)