Tekan Kredit Macet, Perbankan Lakukan Pencadangan

Kamis, 02 Februari 2017 - 14:26 WIB
Tekan Kredit Macet,...
Tekan Kredit Macet, Perbankan Lakukan Pencadangan
A A A
JAKARTA - Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dody Arifianto mengungkapkan, tahun ini perbankan banyak melakukan pencadangan demi menekan risiko kredit macet (non performing loan/NPL). Pencadangan yang dilakukan bank tersebut sudah diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.

Namun, kata dia, perbankan juga melakukan pencadangan agar alur kredit tidak menjadi masalah bagi kinerja keuangan. Sehingga, kinerja bisnis di tahun depan tidak terganggu.

Dalam melakukan pencadangan, Dody mengaku, para bank juga melihat performa dari debitur atau perusahaan yang menerima kredit. "Performa debitur dilihat, apakah dia (perusahaan meminjam) sedang batuk-batuk sementara saja dan bisa disehatkan pemiliknya. Dari sini bank bisa melakukan penilaian dan menyesuaikan," kata dia dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Menurutnya, ketika menyalurkan kredit, perbankan pastinya melihat track record dari perusahaan debitur. Sebab, pelaku pasar (investor) selalu memantau kinerja perbankan, terutama azas kehati-hatian.

"Kalau perbankan di Indonesia tebal-tebal (pencadangan), makanya di situ memang konservatif. Hampir semua bank memiliki pencadangan. Mejadi penting ketika tingkat NPL sudah bersih tidak terlalu tinggi, maka akan membuat laju pertumbuhan kredit meningkat," papar Dody.

Atas dasar itu, tingkat pencadangan yang dilakukan perbankan merupakan usaha positif demi menjaga kredit, sehingga tidak mengganggu kinerja perbankan. "Bagus, pencadangan yang dilakukan bank itu bertujuan positif. Hubungan bank dan debitur harus turut dijaga, jadi tidak bisa main diputus saja, khususnya nasabah yang besar," jelasnya.‎

Sementara, ‎Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, kinerja kredit perbankan mengalami perlambatan di 2016, dikarenakan permintaan dan rata-rata tingkat NPL perbankan masih tinggi hingga di kuartal IV/2016.

David optimistis, tingkat NPL rata-rata perbankan akan membaik di‎ tahun ini. Dengan banyaknya perbankan yang melakukan pencadangan tiap tahunnya. Apalagi banyak bank yang melakukan pencadangan di tahun lalu, sehingga akan memberikan sentimen positif bagi tingkat kredit tahun ini.

"Pe‎rmintaan kredit 2016 masih rendah, masih banyak risiko sehingga belum bisa ambil kredit.‎ Pada 2017, kalau dilihat dari fundamental bagus. Satu hal memberikan keyakinan perbankan. Kira-kira kinerja pertumbuhan kredit perbankan sekitar 10% di tahun ini," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbankan Setengah Hati...
Perbankan Setengah Hati Salurkan Kredit, Ekonom: Kondisinya Tidak Tepat
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan Maret Meningkat 7,2%
Akses Kredit Perbankan...
Akses Kredit Perbankan Masih Jadi Tantangan UMKM
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
BI: Penyaluran Kredit...
BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan April 2023 Tumbuh Terbatas
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Rezim Zelensky Panik,...
Rezim Zelensky Panik, Rusia dan AS Kompak Tekan Ukraina Gelar Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved