IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa Saham Asia Tergelincir

Kamis, 02 Februari 2017 - 16:39 WIB
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau Saat Bursa Saham Asia Tergelincir
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil ditutup di zona hijau atau menguat ke level 5.353,71 atau 26,55 poin setara dengan 0,50%. Penguatan bursa saham Tanah Air pada perdagangan sore ini terjadi saat bursa Asia tergelincir.

Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini terlihat terus bergerak ke area hijau sejak pembukaan tadi pagi. IHSG siang ini bertambah 15,09 poin atau 0,28% ke level 5.342,25 dan pembukaan tadi menguat 6,39 poin atau 0,12% ke level 5.333,55. IHSG kemarin ditutup menguat 33,06 poin atau 0,62% ke level 5.327,16.

IHSG pada pembukaan tadi pagi menguat 6,39 poin atau 0,12% ke level 5.333,55, dan pada sesi I bertambah 15,09 poin atau 0,28% ke level 5.342,25. IHSG kemarin ditutup menguat 33,06 poin atau 0,62% ke level 5.327,16.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,30 triliun dengan 19,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp106,59 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,06 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,17 triliun. Tercatat 192 saham menguat, 144 melemah dan 103 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp675 menjadi Rp8.650, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) naik Rp105 menjadi Rp840, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp80 menjadi Rp1.300.

Sementara, saham-saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp700 menjadi Rp62.000, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) turun Rp300 menjadi Rp3.400, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) turun Rp150 menjadi Rp1.700.

Seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia tergelincir atau berada di bawah tekanan karena pemerintahan Presiden AS Donald Trump langsung bergerak di berbagai bidang seperti terkait dengan Iran, perdagangan global, imigrasi dan Mahkamah Agung kurang dari dua pekan setelah menjabat.

Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup turun 0,14% atau 7,8 poin ke level 5.645,4. Pelemahan yang dibatasi oleh kinerja kuat dalam sektor emas yang naik 2,04%.

Data Australia menunjukkan surplus perdagangan mencapai rekor musiman sebesar 3,5 miliar dolar Australia (USD2,67 miliar) pada Desember, dibanding ekspektasi analis yang surplus sebesar 2,2 miliar dolar Australia.

Ekspor pada Desember naik sebesar 5% karena harga bijih besi dan batu bara lebih tinggi, sementara impor naik 1% dari bulan sebelumnya.

Indeks acuan Jepang kehilangan 1,22% atau 233,5 poin untuk menutup di level 18.914,58 sebagai investor membeli yen, pada gilirannya memperkuat mata uang terhadap USD. Penguatan yen umumnya dipandang sebagai hal yang negatif untuk saham Jepang.

Pembuat kebijakan Jepang menolak tuduhan Trump terkait manipulasi mata uang. Perdana Menteri Shinzo Abe membela Bank terkait program stimulus besar Jepang dan mengatakan bahwa itu adalah berkaitan dengan ekonomi dan tidak ada kaitannya dengan manipulasi mata uang.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup turun 0,46% atau 9,47 poin menjadi 2.071 setelah data menunjukkan bahwa harga konsumen naik 2% pada Januari di belakang harga minyak yang lebih tinggi, mengalahkan perkiraan Reuters sebesar 0,4%.

Di Hong Kong, Indeks Hang Seng turun 0,65% pada perdagangan sore ini. Sementara, pasar China ditutup dan akan dibuka kembali pada Jumat setelah liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, IHSG Ditutup Menguat di Level 6.860
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan...
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan Saham Dihentikan
IHSG Dibuka Menghijau,...
IHSG Dibuka Menghijau, Tembus di Level 7000
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah
IHSG Ditutup di Zona...
IHSG Ditutup di Zona Merah, Anjlok 4,88 Persen
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
7 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
8 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
11 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved