IHSG dan Bursa Saham Asia Hari Ini Kompak Menguat
Jum'at, 03 Februari 2017 - 09:12 WIB
IHSG dan Bursa Saham Asia Hari Ini Kompak Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat lagi meski kenaikannya tipis atau hanya sebesar 2,65 poin atau 0,05% ke level 5.356,37. Penguatan IHSG hari ini di tengah menguatnya bursa saham Asia.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat ke level 5.353,71 atau 26,55 poin setara dengan 0,50%. Penguatan bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin ditutup terjadi saat bursa Asia tergelincir.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,31 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,47 milair dan aksi beli asing mencapai Rp8,15 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 8 melemah dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp125 menjadi Rp22.725, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 menjadi Rp16.250, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp75 menjadi Rp11.075.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 menjadi Rp41.250, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp100 menjadi Rp15.400, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 menjadi Rp3.900.
Seperti dilansir dari CNBC, Jumat (3/2/2017) bursa saham Asia pada perdagangan hari ini dibuka menguat karena investor memandang adanya ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin negara lainnya dan menunggu tren karena pasar saham China kembali dibuka setelah libur Imlek selama sepekan.
Di AUstralia, Indeks ASX 200 naik 0,19% pada awal perdagangan. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 0,43% setelah Bank of Japan dalam pertemuan menunjukkan beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa mereka tidak harus kaku dalam berusaha untuk mencapai target imbal hasil obligasi pemerintah menjadi sekitar nol persen.
Saham Murata Manufacturing naik 3,76% setelah harian bisnis Nikkei melaporkan bahwa hal itu dalam pembicaraan dengan Samsung Electronics untuk membuat baterai untuk model smartphone Galaxy S8.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,19% pada awal perdagangan, setelah Bank of Korea mengatakan musiman disesuaikan surplus transaksi berjalan negara itu pada Desember naik ke level tertinggi dalam 6 bulan menjadi USD8,57 miliar.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup menguat ke level 5.353,71 atau 26,55 poin setara dengan 0,50%. Penguatan bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin ditutup terjadi saat bursa Asia tergelincir.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,31 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp9,47 milair dan aksi beli asing mencapai Rp8,15 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 8 melemah dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp125 menjadi Rp22.725, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp100 menjadi Rp16.250, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp75 menjadi Rp11.075.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 menjadi Rp41.250, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp100 menjadi Rp15.400, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp50 menjadi Rp3.900.
Seperti dilansir dari CNBC, Jumat (3/2/2017) bursa saham Asia pada perdagangan hari ini dibuka menguat karena investor memandang adanya ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin negara lainnya dan menunggu tren karena pasar saham China kembali dibuka setelah libur Imlek selama sepekan.
Di AUstralia, Indeks ASX 200 naik 0,19% pada awal perdagangan. Di Jepang, Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka naik 0,43% setelah Bank of Japan dalam pertemuan menunjukkan beberapa pembuat kebijakan mengatakan bahwa mereka tidak harus kaku dalam berusaha untuk mencapai target imbal hasil obligasi pemerintah menjadi sekitar nol persen.
Saham Murata Manufacturing naik 3,76% setelah harian bisnis Nikkei melaporkan bahwa hal itu dalam pembicaraan dengan Samsung Electronics untuk membuat baterai untuk model smartphone Galaxy S8.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,19% pada awal perdagangan, setelah Bank of Korea mengatakan musiman disesuaikan surplus transaksi berjalan negara itu pada Desember naik ke level tertinggi dalam 6 bulan menjadi USD8,57 miliar.
(izz)
Lihat Juga :