Bulog Klaim Stok Beras DIY Aman hingga Pertengahan Tahun
Minggu, 05 Februari 2017 - 19:08 WIB
Bulog Klaim Stok Beras DIY Aman hingga Pertengahan Tahun
A
A
A
YOGYAKARTA - Stok beras Perusahaan Umum (Perum) Bulog Divisi Regional (Divre) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan kota Gudeg -julukan DIY- selama 6,3 bulan ke depan. Tercatat saat ini beras yang berada di tiga gudang masing-masing Kalangan, Logandeng Gunungkidul dan juga Pajangan Bantul mencapai 27,7 juta kilogram atau 27.700 ribu ton.
Kepala Bulog Divre DIY, Miftakhul Adha mengatakan, target pengadaan gabah/beras dalam negeri pada tahun 2017 untuk Bulog Divre DIY ditetapkan sebesar 64.457 ton. Target tersebut lebih banyak sekitar 19,05% dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebanyak 55.000 ton.
Pihaknya yakin serapannya akan mampu melampaui target yang ditetapkan. "Target bukan untuk dicapai, tetapi dilampaui," tuturnya, Minggu (5/2/2017).
Target mereka tersebut mereka turunkan dalam beberapa kategori. Atas target tersebut ditetapkan untuk beras medium sebanyak 57.500 ton dan beras premium sebesar 7.975 ton. Tahun lalu, dari target 55.000 ton pihaknya mampu menyerap beras sekitar 60.255 ton. Oleh karena itu, pihaknya optimis target tahun ini dapat dilampaui.
Dari lima Kabupaten di DIY, penyerapan terbesar adalah dari Kabupaten Sleman karena 40% beras yang masuk ke Bulog berasal dari Kabupaten ini. Sleman mampu memasok beras ke Bulog sebanyak 26.190 ton selama 2016. Sleman pemasok terbesar karena wilayah ini memiliki sawah yang cukup luas dengan produktivitas lebih tinggi.
Kepala Bulog Divre DIY, Miftakhul Adha mengatakan, target pengadaan gabah/beras dalam negeri pada tahun 2017 untuk Bulog Divre DIY ditetapkan sebesar 64.457 ton. Target tersebut lebih banyak sekitar 19,05% dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebanyak 55.000 ton.
Pihaknya yakin serapannya akan mampu melampaui target yang ditetapkan. "Target bukan untuk dicapai, tetapi dilampaui," tuturnya, Minggu (5/2/2017).
Target mereka tersebut mereka turunkan dalam beberapa kategori. Atas target tersebut ditetapkan untuk beras medium sebanyak 57.500 ton dan beras premium sebesar 7.975 ton. Tahun lalu, dari target 55.000 ton pihaknya mampu menyerap beras sekitar 60.255 ton. Oleh karena itu, pihaknya optimis target tahun ini dapat dilampaui.
Dari lima Kabupaten di DIY, penyerapan terbesar adalah dari Kabupaten Sleman karena 40% beras yang masuk ke Bulog berasal dari Kabupaten ini. Sleman mampu memasok beras ke Bulog sebanyak 26.190 ton selama 2016. Sleman pemasok terbesar karena wilayah ini memiliki sawah yang cukup luas dengan produktivitas lebih tinggi.
(akr)
Lihat Juga :