BUMN Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik Praktis

Senin, 06 Februari 2017 - 10:15 WIB
BUMN Harus Dijauhkan...
BUMN Harus Dijauhkan dari Kepentingan Politik Praktis
A A A
JAKARTA - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai harus dijauhkan dari kepentingan politik praktis. Rektor Universitas Paramadina Firmanzah menerangkan perusahaan pelat merah harus memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas kinerja sehingga kompetitif.

Pernyataan ini disampaikan untuk mengkritisi pergantian direksi di PT Pertamina (Persero) baru-baru ini. Proses pergantian tersebut menurutnya menimbulkan keresahan di mata publik. Meskipun telah ada penjelasan resmi dari pemerintah, namun kedepannya harus ada kepastian untuk para direksi bekerja dengan tenang.

“Pergantian direksi Pertamina mengagetkan di mata publik. Karena sebelumnya tidak ada masalah mendasar. Publik bertanya soal kepastian pengelolaan di tubuh BUMN. Kalau sewaktu waktu diganti tanpa alasan jelas itu kurang kondusif untuk ketenangan dalam bekerja,” ujar Firmanzah saat dihubungi di Jakarta.

Dia mengatakan pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini ialah harus ada key performance indicator (KPI) untuk SDM di lingkungan BUMN. Hal ini dibutuhkan untuk kepastian khususnya di jajaran direksi. KPI harus dijamin dan terukur bagaimana target dan risikonya.

“Kalau tidak jelas begitu tentu membuat semuanya khawatir. Setiap direksi butuh acuan jelas. Hal ini harus dilakukan di level kementerian BUMN dengan direksi. Nantinya KPI masing masing direksi harus jelas,” ujarnya.

Dia menambahkan dirinya melihat banyak pertanyaan yang muncul setelah pergantian direksi Pertamina. Ada kejanggalan misalnya pemerintah memperkenalkan adanya posisi wadirut Pertamina, namun berikutnya diberhentikan karena dianggap tidak kompak. Kementerian BUMN sebagai pembina usaha BUMN perlu belajar dari kasus ini karena ekspektasi publik tinggi.

“Misalnya kita ingin memiliki BUMN sekelas Temasek di masa depan. Namun itu artinya harus kompetitif. Sementara untuk itu butuh waktu dan juga kepastian kerja harus dijamin,” ujarnya.

Menurutnya potensi BUMN untuk bersaing di regional sangat besar dengan aset yang ada. Namun untuk itu harus ada prasyarat seperti BUMN harus dijaga dari kepentingan politik yang mengintervensi, SDM harus kompeten, governance harus ditegakkan. Kemudian baru bisa bersaing di level regional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
Kementerian BUMN Perkenalkan...
Kementerian BUMN Perkenalkan Komunitas Srikandi BUMN
Kementerian BUMN Perluas...
Kementerian BUMN Perluas Vaksinasi untuk Lansia
Tidak Efektif secara...
Tidak Efektif secara Bisnis, 8 BUMN Ini Akan Ditutup
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap 3 BUMN Pemilik Utang Paling Besar
Berikan Kesempatan Disabi­litas...
Berikan Kesempatan Disabi­litas Berkiprah di Lapangan Kerja
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
5 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
13 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
27 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved