Investasi Pasar Modal di Jateng Utara Meningkat

Senin, 06 Februari 2017 - 23:01 WIB
Investasi Pasar Modal...
Investasi Pasar Modal di Jateng Utara Meningkat
A A A
SEMARANG - Investasi pasar modal di Jawa Tengah bagian utara mengalami peningkatan selama 2016. Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan jumlah investor yang menanamkan uangnya di pasar modal sebesar 26% dibanding tahun sebelumnya.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Fanny Rifqi El Fuda mengatakan, terdapat sejumlah faktor pendorong peningkatan investasi pasar modal yang cukup signifikan tersebut.

Salah satunya, menurut dia, kondisi pasar pada 2016 yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. "Tahun 2016, IHSG mencapai 15,3 persen. Padahal pada 2015 IHSG justru turun 13 persen," katanya, Senin (6/2/2017).

Dia mengatakan, jumlah investor perorangan di 12 kabupaten/kota di Jateng Utara pada 2016 mencapai 25.753 orang. Naik dari tahun sebelumnya sebesar 20.417 orang. "Jumlah investor saham, obligasi serta reksadana naik 26 persen," katanya.

Menurut dia, kenaikan tertinggi investor pasar modal terjadi di Jepara dari 436 investor pada 2015 naik menjadi 707 investor. "Untuk Kota Semarang naik 21 persen, dari 14.631 orang menjadi 12.064 orang," katanya.

Adapun sektor yang paling diminati investor untuk menanamkan uangnya, kata dia, yakni keuangan. Dia menjelaskan sektor keuangan yang terdiri atas perbankan cukup mendominasi penjualan saham. "Sektor perbankan memberikan keuntungan yang signifikan," katanya.

Sektor lain yang juga diminati yakni infrastruktur dan konstruksi. Adapun berdasarkan latar belakang para investor yang menanamkan modal, kata dia, anak muda pada rentang usia 20 hingga 30 tahun cukup mendominasi. "Dominasi investor dengan latar belakang mahasiswa," katanya.

Dia mengungkapkan hal tersebut tidak lepas dari keberadaan galeri investasi BEI di kampus-kampus. Hingga saat ini, BEI sudah memiliki galeri investasi di 11 perguruan tinggi di wilayah Jateng Utara.

Kepala Badan Penanaman Modal Daerah, Prasetyo Aribowo menilai, potensi investasi di Jateng sangat menjanjikan. "Namun sayangnya, masih banyak potensi penanaman modal dalam negeri yang belum dilakukan catatan resmi," katanya.

Menurutnya, pencatatan lebih lengkap dan detail akan mengungkapkan potensi investasi di Jawa Tengah dan tidak kalah dibandingkan provinsi lain.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
2,68 Juta Investor Baru...
2,68 Juta Investor Baru Masuk Pasar Modal di Tengah Pandemi Covid-19
Harapan 28 Tahun Perjalanan...
Harapan 28 Tahun Perjalanan Bursa Efek Indonesia Jadi Pilar Memajukan Ekonomi
IDX Jawa Timur Gelar...
IDX Jawa Timur Gelar Sekolah Pasar Modal Bersama MNC Asset Management
Investor Baru Pasar...
Investor Baru Pasar Modal Tumbuh Subur di Tengah Pandemi
Fundamental Ekonomi...
Fundamental Ekonomi RI Kuat, Investor Pasar Modal Terus Meningkat
Di Tengah Pandemi COVID-19,...
Di Tengah Pandemi COVID-19, FEB Unisma Gelar Sekolah Pasar Modal
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved