Rupiah Dibuka Balik Merosot Iringi Kejatuhan Euro

Rabu, 08 Februari 2017 - 10:25 WIB
Rupiah Dibuka Balik...
Rupiah Dibuka Balik Merosot Iringi Kejatuhan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka balik melemah, setelah kemarin sempat menunjukkan tren positif. Kondisi rupiah terlihat tertekan ketika USD sudah mulai pulih, sedangkan euro masih melanjutkan pelemahan seiring ketidakpastian di AS dan Eropa.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.337/USD. Posisi ini sedikit melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.322/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah berada di level Rp13.329/USD atau meningkat tipis dari penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp13.332/USD atau merosot dari posisi kemarin Rp13.329/USD. Sementara pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran level Rp13.315-Rp13.344/USD.

Pelemahan rupiah pada sesi pembukaan kali ini juga terlihat pada data Yahoo Finance di level Rp13.322/USD atau jauh melemah dari penutupan sebelumnya di posisi Rp13.313/USD. Kondisi rupiah menunjukkan tren negatif dengan pergerakan harian Rp13.299-Rp13.340/USD.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Rabu (8/2/2017) euro mencetak hasil negatif pada awal perdagangan hari ini, ditekan ketidakpastian Eropa menjelang pemilu pada beberapa negera. Euro turun 0,1% terhadap USD untuk berada di level 1.0671, setelah sebelumnya juga sempat menyusut ke level 1.0656 atau terendah sejak akhir Januari.

Melawan yen, euro tergelincir sebesar 0,1 persen ke level 119.95, sesudah pada sesi semalam menjadi 119.545 atau terburuk sejak 5 Desember. Sementara itu pemilihan umum akan diselenggarakan juga di Belanda, Jerman dan Italia selain Prancis.

Namun meski USD menguat, keuntungan mata uang Negeri Paman Sam dibatasi oleh kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump. Pekan lalu, Trump dan penasihatnya mendapatkan kritik dari Jepang, China dan Jerman, setelah mengklaim mereka melakukan mendevaluasi mata uang untuk manfaat negara mereka sendiri. USD naik hingga level 112.43 terhadap yen, untuk bangkit dari posisi terendah sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
48 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
5 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved