Aset Nasional Harus Diproteksi di Era Pasar Bebas

Minggu, 12 Februari 2017 - 05:23 WIB
Aset Nasional Harus...
Aset Nasional Harus Diproteksi di Era Pasar Bebas
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus tetap melindungi aset nasional di tengah pemberlakukan era pasar bebas. Hal ini sebagai cerminan adanya keberpihakan kepada kepentingan nasional.

“Teori pasar bebas menguntungkan hanya bagi mereka yang mampu. Kita tidak bisa membuka dengan seluas-luasnya atas nama pasar bebas, tapi kita juga tidak boleh menutup diri dari bangsa lain. Intinya adalah kepentingan nasional (national interest) harus terjaga,” ujar Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, Pontjo Sutowo dalam acara Bedah Buku Nilai Keindonesiaan di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Dia prihatin seolah-olah national interest tidak penting. Menurutnya, keberpihakan pada kepentingan nasional bisa muncul jika tertanam dengan kuat nilai kebangsaan dan Keindonesiaan yang berazaskan Pancasila.

Namun, Pontjo tidak sependapat dengan prinsip nasionalisasi jika diartikan sebagai penguasaan aset/perusahaan asing secara paksa yang notabene sah secara hukum. “Nasionalisasi harus dipahami dengan benar, tidak bisa diterjemahkan dengan mengambil milik orang lain,” jelas Pontjo.

Pontjo menyebutkan, nilai Keindonesiaan penting untuk memperkokoh fondasi pembangunan nasional. Dia mengaku prihatin bahwa saat ini masyarakat mengalami banyak perubahan. Nilai-nilai global telah masuk ke semua aspek kehidupan dan semakin memarjinalkan nilai lokal yang sesungguhnya sarat dengan muatan kebajikan (local wisdom).

"Karena itu, saya berharap melalui buku berjudul Nilai Keindonesiaan yang merupakan rangkuman dari rangkaian hasil diskusi yang digelar pada periode Agustus 2015 sampai 3 Desember 2016, dapat akan mengantarkan kita ke cakrawala baru,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Dibidik...
Ekonomi Indonesia Dibidik Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Ekonomi Indonesia Triwulan...
Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2024 Tumbuh 5,02%, Sektor Konstruksi dan Industri Dominan
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
25 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved